Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Digugat atas pelecehan seksual, Lizzo: saya bukan penjahat

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Lizzo akhirnya merespon sejumlah gugatan nang dilayangkan tiga orang mantan kru penarinya atas dugaan pelecehan seksual, penghinaan corak tubuh (body shaming), hingga pembuatan lingkungan kerja nang keruh dan kasar.

Respon tersebut diungkapkan pelantun “Truth Hurts” itu pada unggahan di akun media sosial Instagramnya @lizzobeeating, Kamis (3/8).

“Saya di sini bukan untuk dilihat sebagai korban, tetapi saya juga tahu bahwa saya bukanlah penjahat seperti nang digambarkan orang-orang dan media beberapa hari terakhir ini,” tulis Lizzo.

Pada tanggapan itu, Lizzo menyebut sejumlah gugatan nang dilayangkan padanya sebagai “sensationalized stories”, alias cerita nang “sengaja” dibuat sensasional, oleh para mantan tenaga kerja nang secara tidak langsung mengakui pada publik bahwa mereka ditegur oleh Lizzo atas perilaku selama tur nang tidak layak dan tidak profesional.

“Beberapa hari terakhir ini sangat susah dan sangat mengecewakan. Etos kerja, moral, dan rasa hormat saya telah dipertanyakan. Karakter saya telah dikritik,” tulis Lizzo.

Biasanya saya memilih untuk tidak menanggapi tuduhan palsu, tetapi ini susah dipercaya sebagaimana kedengarannya, dan terlalu keterlaluan untuk tidak ditanggapi,” tambahnya.

Lizzo mengatakan, gairahnya sebagai seniman membuatnya bekerja keras dan mempunyai standar kualitas nang tinggi. Terkadang dia juga diharuskan membikin keputusan sulit, tanpa bermaksud membikin orang lain merasa tidak nyaman alias seperti tidak dihargai sebagai bagian krusial dari tim.

Lebih lanjut, penyanyi berjulukan original Melissa Vivianne Jefferson itu juga membahas mengenai tuduhan pelecehan seksual dan body shaming pada unggahan tersebut.

Menurutnya, dia mengerti betul gimana rasanya dipermalukan soal tubuhnya, dan sama sekali tidak bakal pernah mengkritik alias memberhentikan tenaga kerja lantaran bobotnya.

“Saya sangat terbuka dengan seksualitas saya dan mengekspresikan diri saya, tetapi saya tidak dapat menerima alias membiarkan orang menggunakan keterbukaan itu untuk membikin saya menjadi sesuatu nang bukan saya,” imbuhnya.

“Tidak ada nang saya anggap lebih serius daripada rasa hormat nang layak kita dapatkan sebagai wanita di dunia,” ujar Lizzo menambahkan.

Diketahui Rabu (2/8) lalu, bahwa dalam pengaduan nang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, Amerika Serikat (AS) ketiga mantan penari Lizzo, ialah Crystal Williams, Arianna Davis, dan Noelle Rodriguez, menuduh bahwa mereka mengalami beragam macam perlakuan jelek saat bekerja dengan penyanyi tersebut, termasuk pelecehan seksual, body shaming, dan diskriminasi disabilitas.

Selain itu, mereka juga menggugat perusahaan produksi Lizzo, Big Grrrl Big Touring dan kapten tari Shirlene Quigley, nang mereka klaim sering berceramah tentang pandangannya sebagai penganut Kristen sembari juga membagikan cerita mendetail nang menyeramkan tentang kebiasaan masturbasi dan khayalan seksualnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *