Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Duduk Perkara Penjual Nasi Bebek Tewas Diracun Lalu Coba Dihidupkan Lagi

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Rully Irwansyah (23) tega membunuh sepupunya sendiri yang saban hari berjualan nasi bebek, Ahmad Mukiyin (23). Duduk perkara aksi keji itu berawal dari sakit hati Rully. Ia pun meracun Ahmad dengan miras bercampur potasium dan sabun pel.

Pelaku masih ingin memiliki sepeda motornya yang telah dijual oleh orang tuanya kepada korban,” jelas Kusumo.

Kusumo menambahkan, sebelum melakukan perbuatan kejinya, pelaku mengajak korban pesta miras bersama korban. Pada saat korban sudah mulai tidak sadar, pelaku mengambil serbuk potasium dan serbuk pembersih lantai untuk dicampur ke minuman korban.

“Pelaku melakukan pembunuhan ini sudah direncanakan sejak dia pulang bekerja dari Jakarta,” beber Kusumo.

Rully merupakan warga Tuban yang kos di Desa Rangkah Kidul, Kota Sidoarjo. Pelaku ditangkap pada Sabtu (5/8) sekitar pukul 01.30 WIB oleh Penyidik Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo di kosnya.

Usai membunuh sepupunya, Rully mengaku menyesal. Penyesalan ini muncul saat Ahmad tengah meregang nyawa. Rully pun bingung hingga terbersit di pikirannya untuk melakukan ritual demi mengembalikan nyawa Ahmad.

Namun, ritual dengan membawa kembang setaman itu gagal. Nyawa Ahmad tak tertolong usai diracun.

Kepada polisi, warga Tuban yang kost di Desa Rangkah Kidul Kecamatan, Kota Sidoarjo ini mengaku takut saat melihat korban kejang-kejang. Ia pun berinisiatif melakukan ritual agar korban hidup lagi.

“Menurut cerita dari pelaku setelah melihat korban tewas, pelaku melakukan ritual agar mayat tersebut kembali hidup,” ujar Kusumo.

Melihat korban kejang-kejang, pelaku mulai bingung. Selanjutnya pelaku menutupi korban dengan jaketnya. Lalu pelaku membeli kembang setaman untuk melakukan ritual agar korban hidup kembali.

“Kembang setaman tersebut ditaruh ember diberikan air, setelah tercampur disiramkan ke tubuh korban,” jelas Kusumo.

Karena ritualnya gagal, pelaku yang bingung lalu kabur dengan membawa barang berharga milik korban. Di antaranya sepeda motor, handphone, dan uang tunai.

“Pelaku meninggalkan korban, serta mengunci rumah kontrakan korban dari luar,” beber Kusumo.

Untuk diketahui, mayat Ahmad yang membusuk ditemukan di Desa Buncitan, Sedati, Sidoarjo pada Jumat (4/8) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Sehari-hari, korban bekerja sebagai penjual nasi bebek di desa setempat.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *