Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Sosok Muller Bersaudara di Balik Sengketa Dago Elos

3 min read

Bandung (harianjabar.com) – Perlawanan warga Dago Elos, Kota Bandung masih belum usai. Mereka kini sudah resmi melaporkan Muller bersaudara ke Polda Jabar soal dugaan penipuan keterangan yang kini menimbulkan konflik sengketa lahan.

Ketiga Muller bersaudara yang dilaporkan warga adalah Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller dan Pipin Sandepi Muller. Ketiganya mengaku sebagai keturunan George Hendrik Muller hingga bisa mengklaim lahan seluas 6,3 hektare di Dago Elos, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Warga melaporkan ketiga Muller bersaudara itu ke Polda Jabar pada Selasa (15/8/2023) malam. Pelaporan yang tadinya dinilai gagal dilayangkan ke Polrestabes Bandung, kemudian diarahkan supaya dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

Alhamdulilah pada malam ini laporan kami diterima oleh Polda Jabar. Ada beberapa (bukti baru yang dilampirkan), tapi itu nanti akan menyusul seusuai prosedur. Sesuai yang tadi disampaikan, ini pelimpahan. Jadi kita mengikuti alur yang ada, prosesnya seperti itu,” kata Ade Suherman, perwakilan warga Dago Elos kepada wartawan di Mapolda Jabar, Selasa (15/8/2023) malam.

Lantas, siapa sebetulnya Muller bersaudara ini? Bagaimana asal-usulnya hingga mereka bisa mengklaim sebagai pemilih sah lahan di Dago Elos hingga menimbulkan perlawanan dari warga?

Mengutip putusan Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Cimahi bernomor 687/Pdt.P/2013 tertanggal 23 Januari 2014, ketiganya telah disahkan berdasarkan surat pernyataan ahli waris (PAW) dari George Hendrik Muller. Putusan ini pun turut diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Bandung yang dibacakan pada 5 Februari 2018.

Dalam putusan yang diunduh detikJabar, Rabu (16/8/2023) silsilah Muller bersaudara dimulai dari keturunan pertamanya bernama Hendricus Wilhelmus Muller. Di putusan itu, riwayat hidup Hendricus Wilhelmus Muller dikuatkan melalui surat keterangan Kepala Desa Simpen Kaler, Kecamatan Balubur Limbangan, Garut tertanggal 5 Juni 2004.

Hendricus Wilhelmus Muller tercatat memiliki seorang istri bernama Munersih alias Mersi. Dari pernikahannya, pasangan ini kemudian dikaruniai tiga anak yaitu George Hendrik Muller, Ani Muller, dan Husni Muller.

Silsilahnya kemudian berlanjut ke George Hendrik Muller. Dalam putusan itu, berdasarkan surat pernyataan ahli waris tertanggal 22 Februari 2000, disebutkan bahwa George Hendrik Muller dan istrinya Roesmah meninggal dunia pada 15 Mei 1966 di sebuah perkampungan di Belanda.

Pasangan ini dikaruniai lima anak yaitu Renih, Edi Eduard Muller, Gustaf, Theo Muller, dan Dora. Kelima anak ini juga yang dinyatakan sebagai ahli waris sah berdasarkan surat Sekretaris Daerah ub. Kepala Badan Tata Pemerintahan Kabupaten Bandung pada 24 Februari 2000.

Setelah itu, silsilahnya dilanjutkan kepada Edi Eduard Muller. Berdasarkan surat keterangan susunan ahli waris nomor 474.3/115/WRS/2008 yang dikeluarkan Camat Rancaekek, Kabupaten Bandung, diterangkan bahwa Edi Eduard Muller adalah pewaris sah dari George Hendrik Muller.

Dalam putusan itu kemudian disebutkan bahwa Edi Eduard Muller menikah dengan seorang wanita asal Bandung bernama Siaya Sarah Sopiah. Edi Muller meninggal dunia pada 29 Agustus 2006 di Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan meninggalkan tiga anak yaitu Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller.

Berbekal surat pernyataan ahli waris itulah, Muller bersaudara kemudian melayangkan gugatan ke pengadilan dan mengkalim sebagai pemilik sah tanah di Dago Elos. Gugatan pertama dilayangkan Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller dan Pipin Sandepi Muller pada 28 November 2016

Dengan Acte Van Prijgving Van Eigendom Vervondings bernomor 3740, 3741, dan 3742, ketiganya mengklaim sebagai pemilik sah lahan yang terletak di Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung itu. Muller bersaudara ini menginginkan lahan yang mereka klaim segera dikosongkan warga pada tiga bidang tanah seluas 5.316 meter persegi, 13.460 meter persegi, dan 44.780 meter persegi.

Tim Advokasi Dago Elos Rifqi Zulfikar menyebut tiga orang itu bakal dilaporkan dengan dugaan pemalsuan keterangan. Sebab, ketiganya mengaku merupakan cicit dari George Hendrik Muller yang mengklaim sebagai kerabat dari Ratu Wilhelmina Belanda yang ditugaskan di Indonesia kala itu.

“Tiga orang dari keluarga Muller ini mengaku mewarisi tiga sertifikat eigendom verponding dari kakeknya, George Hendrik Muller. Dan, sejak mereka menggugat warga Dago Elos di Pengadilan Negcri Bandung, mereka telah menguasakan lahan-lahan tersebut ke PT Dago Inti Graha,” kata Rifki dalam keterangannya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *