Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Pelajar yang Bacok Mati Siswa SMP Karawang Saat Tawuran Ditangkap!

2 min read

Karawang (harianjabar.com) – Polisi meringkus seorang pelajar yang membacok mati siswa SMP di Karawang saat tawuran. ABG tersebut ditangkap setelah berhari-hari kabur.

Pelajar tersebut diketahui berinisial MHY (17). Dia terlibat dalam tawuran berdarah di Karawang pada 11 Agustus 2023 lalu. Aksi tersebut menewaskan siswa berinisial KS (15).

“Pelaku yang pertama adalah MHY, (17) warga Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang kedua adalah D, yang saat ini masih dalam pengejaran oleh Tim Sanggabuana Polres Karawang,” ujar Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy di Mapolres Karawang, Selasa (22/8/2023).

MHY ditangkap di kediamannya. Sebelum ditangkap, dia sempat kabur ke Bekasi hingga Pangkalan sebelum kembali ke rumah..

“Bersama dengan pelaku, kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buahbaju korban, 1 buah jaket korban, dan 1 celana SMP yang digunakan korban,” ucap Tomy.

Kronologi Kasus

Tomy menjelaskan kasus ini bermula kala dua kelompok pelajar terlibat tawuran di Jalan Raya Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Krawang.

“Awal mula kejadian, korban dan pelaku terlibat tawuran, kubu korban kalah dalam aksi tawuran tersebut, pada saat korban berusaha kabur tetapi korban terjatuh,” kata Tomy.

Video aksi tawuran tersebut sempat viral di media sosial. KS yang jadi korban saat itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong akibat luka cukup parah di bagian kepala.

“Pada saat terjatuh, tak berhasil melarikan diri, 2 pelaku yang merupakan lawan korban melakukan pembacokan masing-masing 1 kali ke bagian belakang kepala korban menggunakan golok sisir,” kata dia.

“Korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang, dan kemudian korban dibawa ke RSUD Karawang, pada saat ditangani oleh pihak rumah sakit korban meninggal dunia pada pukul 22.45 WIB,” ujarnya menambahkan.

Akibat perbuatan tersebut, MHY terancam belasan tahun kurungan penjara akibat melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan kematian.

“Pelaku kami sangkakan dengan pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *