Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

YouTuber yang Dikepung Ojol Komentari Kecelakaan Pemotor Lawan Arah

2 min read

Depok (harianjabar.com) – Kecelakaan nahas truk menabrak motor yang melawan arah terjadi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tadi pagi. Padahal, baru pekan kemarin pemotor yang melawan arah menjadi sorotan.

Seminggu yang lalu, viral YouTuber dikepung pengemudi ojek online (ojol) gara-gara membuat konten ‘cegat motor lawan arah’ di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Diketahui YouTuber tersebut adalah Laurendenra Hutagalung dari kanal laurend hutagalung TV.

Laurend mencoba membuat konten video edukasi dengan aksi mencegat pemotor yang melawan arah. Namun aksinya membuat para pengguna jalan marah. Beberapa pengemudi ojek online kemudian terlibat percekcokan dengan YouTuber tersebut.

Dari kasus viral tersebut, tampaknya pengendara sepeda motor di Jakarta tidak belajar dari kesalahan orang lain. Nyatanya, masih banyak pengendara motor yang melawan arah.

Terbaru, pagi tadi pengendara motor yang melawan arah terlibat kecelakaan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sedikitnya tujuh sepeda motor ditabrak truk pengangkut batu bata.

Menurut kesaksian warga, pemotor yang ditabrak truk itu melawan arah. “Info awal dari saksi betul (pemotor lawan arah). Ini kan lawan arah motornya kalau informasi dari korban dan saksi di lapangan,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Bayu Marfiando, Selasa (22/8/2023).

Di akun Instagramnya, Laurend yang di-tag oleh warganet terkait kecelakaan pemotor lawan arah di Lenteng Agung tersebut turut berkomentar. Katanya, dia menegur pemotor yang lawan arah karena sayang.

“Kita galak krn sayang dia… Eh taunya dibilang arogan. Semoga kita sehat selalu semuanya… Tuhan memberkati,” tulisnya dalam Instagram Story miliknya.

Soal pengendara lawan arah, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana menyebut pelanggaran yang dilakukan berjamaah ini seakan terus terulang. Kata dia, kebiasaan pengendara motor di Indonesia sudah parah.

“Memang biasanya pemotor melakukan pelanggaran dengan lawan arah karena tiga alasan. Ingin cepat, simple dan irit BBM,” kata Sony kepada detikcom.

Namun, tiga alasan itu tidak membuat pengendara tersebut aman. Dengan lawan arah, selain bikin macet pemotor juga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Penyakit yang sering dilakukan banyak pengemudi adalah perilaku merasa ‘nanggung’. (Mereka berpikir) mumpung sepi, cuma dekat, kok, dan lain-lain membuat semua jalan disamaratakan. Bahkan aturan lalin diabaikan meski membahayakan,” ujar Sony.

Defensive driving dan riding GDDC Andry Berlianto mengatakan tindakan melawan arah akan berakibat fatal. Selain menimbulkan kemacetan, kendaraan yang melawan arah juga terancam keselamatannya.

“Lawan arus juga akan memincu emosi pengguna jalan lain untuk bertikai dan ini berbahaya. Lawan arus tentunya berbahaya karena umumnya kendaraan di lajur tersebut pasti akan bergerak sesuai jalurnya dan bisa memunculkan risiko kecelakaan,” beber Andry kepada detikcom belum lama ini.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *