Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Sopir Truk yang Perkosa Teman Pacar di Mojokerto Pasrah Divonis 9 Tahun Bui

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Slamet Kurnia Efendi (27) divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti memperkosa teman pacarnya. Sopir truk asal Kecamatan Trawas, Mojokerto ini memilih pasrah menjalani hukuman tersebut.

Vonis untuk Slamet dibacakan Ketua Majelis Hakim Fransiskus Wilfrirdus Mamo di Ruangan Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto pukul 11.46-11.55 WIB. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yessi Kurniani dan Ari Wibowo hadir di ruang sidang.

Sedangkan terdakwa mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIB Mojokerto. Ia didampingi penasihat hukumnya yang hadir langsung di ruang sidang.

Dalam putusannya, Fransiskus menyatakan Slamet terbukti bersalah memperkosa anak di bawah umur. Sopir truk warga Trawas, Mojokerto itu melanggar pasal 81 ayat (2) junto pasal 76D UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan,” kata Fransiskus ketika membacakan vonis, Rabu (23/8/2023).

Merespons vonis tersebut, Slamet hanya bisa pasrah. Ia menyatakan menerima hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dari Majelis Hakim PN Mojokerto.

“Saya menerima,” ujarnya singkat.

Namun, penasihat hukumnya, Handoyo mengarahkan Slamet untuk pikir-pikir. Sebab vonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar bukanlah hukuman yang ringan.

“Hukuman 9 tahun lho, pikir-pikir saja dulu satu minggu ya,” cetus Handoyo yang lantas diikuti oleh terdakwa.

JPU juga menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim PN Mojokerto. Mereka mempunyai waktu 7 hari untuk menentukan akan mengajukan banding atau menerima vonis tersebut. Vonis terhadap Slamet memang lebih rendah dari tuntutan jaksa 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Walaupun (vonis) tidak beda jauh dari tuntutan, kami pikir-pikir, kami juga perlu waktu untuk lapor atasan,” tandas Yessi.

Slamet 2 kali memperkosa korban yang ketika itu berusia 16 tahun. Pertama ia lakukan di kamar kekasihnya pada 8 Maret 2020 sekitar pukul 12.00 WIB. Hubungan korban dengan kekasih pelaku adalah teman dekat dan masih kerabat.

Pelaku kembali menyetubuhi siswi kelas 2 SMP itu untuk kedua kalinya pada 15 Januari 2021. Perbuatan bejat itu ia lakukan di gang kecil samping rumah korban di Kecamatan Trawas, Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB.

Tak tahan dengan perbuatan Slamet, korban akhirnya mengadu kepada ibunya. Sang ibu pun melaporkan sopir truk itu ke Polres Mojokerto pada 18 Februari 2021. Pelaku ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Februari 2023.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *