Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Bos Bulog Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik Tinggi

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Harga beras tengah mengalami kenaikan cukup signifikan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkap untuk beras premiun sendiri saja sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi yakni hingga Rp 17.000/kg.

Padahal berdasarkan aturan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp 13.900/kg. Aturan tersebut tertuang di Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras.

Pria yang akrab disapa Buwas mengungkap harga beras naik setelah melakukan sidak ke pasar Perumnas Klender. Dalam sidak itu dia bertanya kepada pedagang terkait harga beras premiun saat ini.

Jadi beras premium mahal sudah di atas 13.000. Sekarang ini kita lihat sendiri beras premium sampai ada yang Rp 16.000 sampai Rp 17.000,” ujarnya di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (28/8/2023).

Untuk itu Bulog mendapatkan penugasan menyalurkan beras medium yang diklaim setara premium. Adapun harga beras dari Bulog sebesar 5 kilogram (kg) seharga Rp 47.000, sementra jika per kilogramnya Rp 9.450/kg.

Namun, Bulog tidak lagi menjual beras secara eceran karena untuk menghindari pengoplosan. Beras Bulog yang disalurkan ini masuk dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengakui bahwa saat ini harga beras tengah mengalami kenaikan. Kenaikan ini disebabkan karena produksi padi yang menurun sehingga harga gabah yang naik.

“Semeter dua itu sudah pastinya turun (produksi) di bawah semester satu. Kemudian ada beberapa isu el nino dan lain-lain itu kan impactnya 3 bulan ke depan. Kalau sekarang nandur kecuali daerah-daerah irigasi teknis, daerah-daerah yang punya reservoir itu masih nandur,” ujar Arief.

Arief memperkirakan produksi beras sampai akhir tahun masih akan mengalami penurunan. Untuk itu, demi menekan harga beras yang tinggi di pasaran, pihaknya menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) ke pasaran.

“Kalau harga hari ini sampai akhir tahun itu produksi pasti akan turun, sehingga saat ini cadangan beras pemerintah perlu digelontorkan,” ucapnya.

HET harga beras premium yang diatur oleh pemerintah sebesar Rp 13.900/kg sementara untuk medium seharga Rp 10.900/kg.

Sebagai informasi, Perum Bulog sudah menggelontorkan sebanyak 723 ribu ton beras SPHP di seluruh Indonesia. Saat ini stok beras di gudang Bulog berada di atas target 1,2 juta ton, yakni 1,6 juta ton.

Beras SPHP yang digelontorkan untuk mengintervensi harga ini telah dilaksanakan mulai tanggal 28 Agustus 2023 dan dipastikan beras SPHP akan membanjiri pasar-pasar di seluruh daerah melalui pedagang pengecer dan juga tersedia di retail-retail modern.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *