Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Sederet Alasan Mario Dandy Pantas Dihukum Ringan Menurut Kuasa Hukumnya

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Mario Dandy Satriyo, terdakwa dalam perkara penganiayaan berat terhadap David Ozora menjalani sidang duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mario Dandy menanggapi balik tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pleidoi atas tuntutan hukuman penjara 12 tahun dan membayar restitusi lebih dari Rp 120 miliar.

Kuasa hukum Mario Dandy, Anderas Nahot Silitonga, meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-seringannya. Alasannya, terdakwa sudah mendapatkan dan menjalani hukuman yang terburuk dalam hidup dengan ditempatkan sebagai tahanan di Penjara Salemba. Ditambah lagi, orang tuanya sudah menjadi terdakwa di KPK dan harta benda disita.

Tidak ada lagi pembelaan yang terdakwa dapat sampaikan, hanya kejujuran yang terdakwa berikan dan sampaikan dalam persidangan ini,” kata Andreas dalam persidangan, Selasa 29 Agustus 2023.

Penasihat hukum Mario juga menyampaikan lima alasan lain yang dianggap dapat meringankan hukuman anak dari pejabat pajak, Rafael Alun, tersebut. Pertama, umur Mario yang masih 19 tahun dan masih muda, masih dapat memperbaiki perilaku kedepannya.

Kedua, terdakwa berlaku sopan dalam pengadilan. Ketiga, Mario mengakui perbuatannya terus terang. Keempat, terdakwa belum pernah dihukum. Kelima, terdakwa menyesali perbuatannya.

Andreas juga menyampaikan pendapat tidak ada perencanaan dalam tindak kekerasan Mario Dandy terhadap David Ozora. Indikasinya adalah tidak adanya pembicaraan yang sudah terjadi yaitu menyuruh push up, sikap tobat, menyuruh plank dan melakukan kekerasan kepada korban.

Disampaikan juga, Mario Dandy meminta Shane Lukas untuk merekam pembicaraan mereka supaya tidak terjadi kesimpangsiuran di kemudian hari soal klarifikasi hubungan seksual yang terjadi antara korban dan AG–mantan pacar Mario.

Menurut kuasa hukum, keadilan tidak hanya harus dirasakan oleh pihak korban. Tapi juga harus juga dirasakan oleh kliennya sebagai terdakwa. “Karena pengadilan itu bukan tentang pembalasan, bukan tentang membalas dendam, tapi pada intinya adalah menentukan berat ringannya hukuman,” kata dia.

Majelis hakim menyebutkan bahwa mereka selanjutnya akan melakukan Sidang Putusan untuk Mario Dandy pada Kamis, 7 September 2023, mendatang.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *