Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Bocoran dari Erick Thohir soal Merger Garuda, Citilink dan Pelita Air

2 min read

Jakarta (harianjabar.com) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menggodok rencana penyatuan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk grup dengan maskapai BUMN lain, yaitu Pelita Air. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong efektivitas penerbangan di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bocoran terkait dengan rencana penggabungan tersebut. Nantinya, Pelita Air akan bergabung dengan Citilink di segmen Low-Cost Carrier (LCC). Walau demikian, tetap akan ada dua maskapai dengan target market yang berbeda. Harapannya, merger ini bisa terselesaikan pada tahun ini.

“Iya nanti tergantung masing-masing pembukuan dong. Nanti Garuda tetap di premium, lalu Citilink dan Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa. Perlu proses lah. Kalau bisa tahun ini, tahun ini. Kalau nggak, awal tahun depan,” kata Erick saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta

“Kita kan nggak mungkin punya dua maskapai penerbangan di bawah BUMN, buat apa? Kan dulu fungsinya Pelita itu kalau sampai ada apa-apa dengan Garuda,” tambahnya.

Erick mengatakan, saat ini proses baru mencapai 30%. Dalam tahap awal setelah merger dilangsungkan, ditargetkan jumlah pesawat di bawah naungan negara mencapai 140 unit.

Dengan ada merger ini, Erick berharap akan membantu dalam menurunkan harga tiket. Menurutnya, apabila jumlah pesawat bertambah, kompetisi antar maskapai semakin meningkat sehingga akan membentuk keseimbangan harga baru.

Namun demikian, Erick mengatakan, saat ini industri pesawat terbang di Indonesia dikuasai oleh pihak swasta, yakni 65%. Sementara pemerintah hanya memiliki porsi 35%. Adapun jumlah pesawat Indonesia yang merupakan negara kepulauan hanya 550, jauh lebih sedikit dari Amerika Serikat yang mencapai 7.200 pesawat beroperasi.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, Pelita Air akan bergabung ke Citilink dan menjadi bagian dari keluarga besar Garuda Indonesia. Dengan demikian, lisensi Pelita Air akan pindah dari PT Pertamina (Persero) ke Citilink.

“Jadi nanti Pelita dari Pertamina ke Citilink. Jadi nanti satu grup. Garuda di atas, Citilink dan Pelita di bawah,” kata pria yang akrab disapa Tiko itu, ditemui di tempat yang sama.

“Pelita pindah jadi lisence-nya. Pertamina mungkin akan punya saham di Citilink,” tambahnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *