Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Jerit Pengusaha Warteg Pangandaran soal Mahalnya Harga Beras

2 min read

Pangandaran (harianjabar.com) – Kenaikan harga beras di Pangandaran dikeluhkan para pemilik warung makan. Akibatnya, mereka terpaksa mengurangi porsi makanan atau menaikkan harga jual.

Situasi ini dikeluhkan salah satu pemilik warung makan Tegal di dekat Alun-alun Parigi, Siti Maesyah (34).

“Namun meskipun harga beras naik, harga per satu nasi timbel tidak dinaikan. Tetapi kami ada pengurangan ukuran nasinya,” kata Siti saat berbincang, Rabu (6/9/2023).

Siti mengaku tak tega jika harus menaikkan harga jual masakannya. Dikhawatirkan jika harga naik justru mengurungkan niat membeli para pelanggannya. “Kalau langganan mah saya nggak tega ngasih naik harga. Sekarang kalau harga normalnya satu timbel nasi Rp 5 ribu,” kata Siti.

Sekadar diketahui pada Agustus 2023, harga beras berada di kisaran Rp 11 ribu per kilogram. Saat ini harga telah menembus Rp 13 ribu per kilogram. “Kenaikan harga beras tentu mempengaruhi harga bumbu-bumbu, kalau gak seimbang bisa untungnya kecil,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan pemilik Warung Nasi Soto Jati Marga, Yanyan. Dia memilih cara yang sama. Dia tak berani menaikkan harga jual dan memutuskan hanya mengurangi porsi makanan.

“Asa ripuh (susah) usaha ayeuna (sekarang). Bahan baku pada naik. Daya beli masih tetap. Ibu belum bisa jual lebih mahal,” kata Yayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan kenaikan harga beras dipicu naiknya harga gabah di petani.

“Harga per kuintal mencapai Rp 700 ribu. Di para petani harga gabah kering memang sedang mahal,” ucapnya.

Ia mengatakan kenaikan harga gabah dipicu produksi yang berkurang. Selain itu ada beberapa yang gagal panen, sehingga ketersediaan gabah sedikit.

“Saat inu harga berasa premiun di pasaran mencapai Rp 12.300 per kilogram, dan beras medium kisaran Rp 11.200 per kilogram,” katanya.

Menurutnya ketersediaan beras mencapai 9.120 kilogram dan premium mencapai 1.560 kilogram. Sementara itu, kebutuhan beras medium mencapai 8.880 kilogram dan premium mencapai 1.440 kilogram.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *