Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Longsor di Jalan Raya Tajur Tebing Setinggi 25 Meter, Pemkot Kaji Risiko Kendaraan Berat

2 min read

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan kajian resiko kendaraan berat yang melintas di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.

Adapun kajian ini dilakukan, imbas tebingan setinggi 25 meter yang berada di Jalan Raya Tajur, tepatnya di RT 03/07, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu longsor pada Sabtu, (4/11) malam.

“Ya kalau ditutup itu berat sekali ya. Kita sudah sampaikan kalau ditutup total kan tidak mungkin,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada wartawan, Minggu (5/11).

Menurut dia, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan kajian terkait seberapa seberapa besar risiko dari bencana longsor tersebut, ketika dilintasi kendaraan berat.

“Kalau kemudian mobil tonase berat, (seperti) bis dan sebagainya bagaimana ini? Apa kita arahkan ke jalan tol atau seperti apa, ini masih dalam proses penelaahan dan pengkajian singkat,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bogor memprediksi kajian risiko kendaraan melintas di Jalan Raya Tajur itu, akan selesai pada Senin, 6 November 2023.

“Mudah-mudahan Senin atau Selasa sudah ada, nanti kita putuskan bagaimana penanganan selanjutnya,” ucap Dedie A Rachim.

Meski begitu, diakui Wakil Wali Kota Bogor, Pemkot Bogor melalui DPUPR Kota Bogor telah berkomunikasi dengan Balai Besar Jalan Jawa Barat, terkait penanganan tebing longsor tersebut.

“Kadis PUPR sudah berkomunikasi dengan Balai Besar meminta juga untuk penanganan segera, tapi tentu ada prosedur yang harus ditempuh yang kurang lebih mirip lah kalau misalnya ada suatu bencana di Kota Bogor,” imbuh dia.

“Nah ini membutuhkan sedikit waktu karena belum lama kita meminta juga penanganan longsor yang di area Ramayana, minta waktu, jadi intinya sih tentu ini kewenangan sesuai dengan wilayah dan kita sudah meminta tinggal menunggu waktu bagaimana nanti eksekusinya seperti apa,” tandas Dedie A Rachim.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Sabtu (4/11) sore mengakibatkan bencana longsor di RT 3 RW 7, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan longsor terjadi pada pukul 20.30 WIB.

“Tanah longsor dengan tinggi 25 meter dan lebar 15 meter ini menimpa rumah milik Bapak Wawan yang dihuni 1 keluarga dengan 3 jiwa,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Longsor juga membuat sebagian Jalan Raya Tajur ditutup dan dibatasi water barrier untuk mencegah adanya longsor susulan akibat beban kendaraan yang melintas.

Kondisi ini pun membuat ruas Jalan Raya Tajur mengalami kemacetan.

“Material longsor menutup sebagian jalan dan saluran infuk Cibalok. Hal ini dikhawatirkan membuat aliran sungai meluap,” imbuh Theo.

Dirinya menduga longsor terjadi lantaran tingginya intensitas hujan dan juga struktur tanah yang labil.

Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa akinat bencana tersebut.

Saat berita ini ditulis, sejumlah petugas BPBD tengah melakukan penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian.(ded)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *