Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Dampak Seruan Boikot Produk Pro Israel pada Pengusaha Ritel: Penggangguan Bisnis dan Keluhan

2 min read

harianjabar.com – Asosiasi Pengusaha Ritel Menyuarakan Gangguan pada Bisnis Akibat Seruan Boikot Produk Pro Israel

Seruan boikot terhadap produk yang diduga terafiliasi dengan Israel telah menyulut kekhawatiran di kalangan pengusaha ritel. Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) melaporkan bahwa aksi ini berpotensi mengurangi transaksi di pasar modern hingga 50%. Terutama, produk yang menjadi sasaran boikot adalah produk pareto.

Produk pareto, yang mencakup sekitar 80% dari keseluruhan produk di pasar namun hanya berkontribusi sebesar 20% pada transaksi, seperti sabun, sampo, dan susu kemasan. Uswati Leman Sudi, Sekretaris Jenderal AP3MI, menyatakan bahwa penurunan penjualan produk pareto biasanya berasal dari isu-isu kecil yang berkembang. Konsekuensinya, transaksi di pasar konsumen dapat menyusut hingga 50%, yang mungkin sulit untuk mencapai target ekonomi pemerintah.

Pengusaha juga menegaskan bahwa perusahaan yang terdampak oleh daftar boikot produksi di dalam negeri dan menggunakan tenaga kerja lokal. Mereka membantah memberikan sumbangan kepada Israel, sesuai dengan klaim yang muncul dalam daftar boikot.

Meski memahami dan mendukung langkah kemanusiaan yang diadvokasi, Uswati mengharapkan dukungan pemerintah untuk membantu industri bertahan. Dalam pandangan Uswati, jika situasi ini terus berlanjut, akan ada gangguan signifikan dalam bisnis hanya dalam waktu seminggu, mengancam tujuan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah lonjakan inflasi.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mande, menyatakan bahwa industri ritel masih belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi COVID-19 tahun 2020. Saat ini, industri juga dihadapkan pada tekanan geopolitik global yang meliputi konflik Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina.

Menurut Roy, dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan belanja masyarakat sekitar 3-4% sejak aksi boikot intensif dilakukan. Namun, Roy menegaskan bahwa data ini masih perkiraan dan belum sepenuhnya akurat, mengingat intensitas boikot yang baru dirasakan dalam beberapa minggu terakhir.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *