Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Pembunuhan Eks Direktur RSUD Sidimpuan oleh Suami dan Selingkuhan, Kekejaman yang Mengerikan

2 min read

harianjabar.com – Tetty Rumondang Harahap, mantan Direktur RSUD Padang Sidempuan, Sumatera Utara (Sumut), ditemukan tewas dengan keji oleh suaminya dengan bantuan orang yang ia selingkuhi. Jasad Tetty ditemukan dalam keadaan terbakar di rumahnya di kawasan Perumahan Muka Kuning Indah, Kelurahan Buliang, Batu Aji, Kota Batam, Sabtu (5/11/2023) dini hari.

Awalnya, motif pembunuhan yang diakui oleh suaminya, Ahmad Yuda, adalah karena rasa cemburu. Namun, kemudian terungkap bahwa pembunuhan mengerikan itu dipicu oleh ketidakrestuannya sebagai calon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut.

“Motif pembunuhan yang dilakukan oleh Ahmad Yuda (suami korban) adalah karena pelaku tidak mendapatkan dukungan untuk maju sebagai Bupati Tapsel, Sumatera Utara,” ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, pada Rabu (15/11/2023).

Kronologi Pembunuhan
Nugroho menjelaskan bahwa kejadian ini dimulai saat pelaku dan korban bertengkar. Pelaku kemudian memukul korban dengan tangan dan lesung hingga membuat korban terjatuh. Setelah itu, pelaku menganggap korban telah tewas di ruang tamu.

“Pertengkaran dan pemukulan terjadi di ruang tamu pada Rabu (1/11). Setelah melihat korban tidak bergerak, pelaku meninggalkan korban,” paparnya.

Setelah melakukan kekerasan terhadap korban, pelaku pergi ke sebuah hotel di kawasan Batu Aji. Ternyata di hotel tersebut, pelaku Ahmad Yuda bertemu dengan selingkuhannya.

Satu hari setelah kekerasan terjadi, Yuda kembali ke rumah untuk mengecek kondisi korban. Ternyata, korban masih hidup.

“Pada saat diperiksa pada Kamis (2/11), ternyata korban masih hidup karena posisinya telah bergeser. Kemudian, pelaku memastikan dengan menghidupkan api korek, dan saat korban masih bergerak, pelaku kemudian menikam korban dengan pisau,” ujarnya.

Yuda Dibantu Selingkuhan
Pada hari ketiga, Jumat (3/11), Yuda kembali dengan selingkuhannya untuk memindahkan jenazah korban ke dalam kamar tidur.

“Pelaku dan selingkuhannya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) memindahkan tubuh korban ke kamar. Kemudian mereka membeli tabung gas dan bensin untuk menyusun rencana kebakaran,” lanjutnya.

Pelaku kemudian mengambil harta korban seperti sertifikat rumah, tanah, dan dompet berisi kartu ATM. Kemudian, pelaku melarikan diri ke Jakarta.

“Pelaku naik taksi online dari TKP ke bandara. Namun, dalam keburuan untuk ke Jakarta, handphone dan dompet korban tertinggal di taksi online. Inilah petunjuk bagi kami untuk melacak pelaku,” terangnya.

Pelaku melarikan diri ke Jakarta, lalu ke Palembang, Jambi, dan akhirnya ditemukan oleh polisi di Pekanbaru, Riau. Saat itu, pelaku hendak melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara.

“Pelaku ditangkap di terminal bus di Pekanbaru ketika hendak berangkat ke Medan, Sumatera Utara,” tambahnya.

Motif Pembunuhan
Ahmad Yuda mengakui bahwa ia mengakhiri nyawa istrinya karena mendadak tidak setuju dengan keputusannya untuk maju sebagai calon bupati. Menurutnya, sebelumnya istrinya sudah menyetujui hal tersebut.

“Ia mengatakan bahwa jika uang Rp 50 miliar digunakan, maka semua hartanya akan habis. Saya marah karena sebelumnya dia menyetujui hal tersebut,” jelasnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *