Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Perkembangan Terbaru Pasar Tanah Abang Pasca Penutupan Toko TikTok

2 min read

harianjabar.com – Keheningan Terpampang di Pasar Tanah Abang, Pusat Grosir Terbesar di Asia Tenggara

Suasana di Pasar Tanah Abang, pusat grosir tertua dan terbesar di Asia Tenggara, tampak sepi. Aktivitas pengunjung yang berlalu lalang atau sekadar duduk di tangga lobi Blok A dan Blok B sangat minim. Hingga pukul 14.52 WIB, beberapa toko memutuskan untuk menutup gerainya lebih awal, sementara yang lainnya masih berharap untuk menarik perhatian pembeli dengan berteriak dan memajang dagangan mereka.

“Saudari, silakan melihat koleksi bajunya!” seru seorang pedagang di lantai ground Blok B. Saat diwawancara oleh Bisnis, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa Pasar Tanah Abang masih sepi pengunjung, khususnya pada hari kerja. Tia (26), seorang karyawan di Toko Harlotte, menyatakan bahwa sejak booming TikTok Shop beberapa waktu lalu, Pasar Tanah Abang menjadi sepi.

Meskipun pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, Pasar Tanah Abang masih mengalami kunjungan pembeli yang ramai, namun harapan akan peningkatan kondisi setelah pandemi mereda harus dikubur oleh Tia. Pengunjung semakin berkurang, dan situasinya semakin rumit dengan kehadiran TikTok Shop.

Tia merasakan puncak “rasa sepi” terutama menjelang Ramadan 2023. Tradisionalnya, Pasar Tanah Abang selalu menjadi sasaran utama pembeli selama bulan puasa dan Ramadan. Namun, tahun ini berbeda, karena pengunjung yang datang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. “Sebelum puasa biasanya sudah ramai banget. Pas pandemi, pengunjungnya banyak yang datang, tapi pas setelah [pandemi] itu biasa aja,” ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (28/11/2023).

Lina (45), pemilik toko Lina Fashion, mengamati sedikit peningkatan setelah TikTok Shop resmi menutup layanannya pada 4 Oktober 2023. Meski pasar masih sepi pengunjung, pendapatannya naik sedikit. Lina, yang biasanya hanya mengantongi sekitar Rp1 juta – Rp1,5 juta per hari saat TikTok Shop masih berjaya, kini dapat mengantongi lebih dari Rp2 juta per hari setelah platform tersebut tutup. “Kalau masih ada TikTok Shop, mah benar-benar sepi kita,” katanya.

Namun, Lina mengakui bahwa minat pengunjung ke Pasar Tanah Abang telah berkurang sejak pandemi Covid-19 mereda. Dia menduga bahwa pembeli lebih suka berbelanja online karena kenyamanan, ditambah lagi dengan pesona TikTok Shop yang menawarkan produk dengan harga terjangkau.

Sumitro (45), pemilik Toko Wanwan, mengaitkan penurunan kunjungan pembeli ke Pasar Tanah Abang dengan menurunnya daya beli masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19. “Kayaknya emang di bawahnya [masyarakat] yang agak susah, daya belinya sulit,” ungkapnya.

Sementara itu, Iis (38), pedagang pakaian wanita, mengatributkan lemahnya daya beli pada krisis global yang tengah melanda. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua toko saja, melainkan oleh semua toko di pasar tersebut.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *