Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Tanggul Raksasa Dibangun di Utara Jawa, Menteri KKP Ingatkan Ini!

2 min read

harianjabar.com -Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berpesan pembangunan tanggul raksasa Giant Sea Wall wajib memperhatikan aspek ekologi. Supaya tidak mengganggu ekosistem lingkungan dan masyarakat nelayan yang tinggal di daerah pesisir.

Trenggono menjelaskan potensi sektor perikanan sekitar 2,3 juta ton atau setara mencapai Rp 45 triliun di di kawasan pantai utara Jawa. Pada pantai utara jawa ini juga ada 5 provinsi 28 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 43 juta dan memiliki panjang garis pantai 1.800 kilometer.

Sedangkan pada kawasan itu terjadi penurunan muka tanah sekitar 1 – 20 centimeter, dan banjir yang terjadi di pesisir sekitar 5 cm – 2 meter yang terjadi tiap tahun ketika iklim ekstrem.

“Ekologi sedikit agak diabaikan karena ngurusin ekologi adalah sesuatu yang gak ada apa-apanya tetapi orientasi kepada ekonomi dan kemudian lupa terhadap ekologi,” kata Trenggono, di Seminar Nasional terkait Giant Sea Wall, di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Sehingga menurut Trenggono pembangunan tanggul raksasa nantinya harus memperhatikan aspek ekologi. Seperti pembuatan kanal khusus supaya tanaman mangrove bisa hidup dan menjaga ekosistem perairan.

“Pertama adalah lumpur timbul tenggelam atau tanah timbul atau sedimentasi. Kemudian akibat arus nah itu lumpur timbul tenggelam di situ harus hidup mangrove. Lalu kemudian dia juga akan berinteraksi dengan yang namanya seagrass atau Padang lamun dan terus berinteraksi dengan koral. Ini satu subsistem yang jadi satu infrastruktur atau satu ekosistem yang gak boleh diputus atau dipisah,” katanya.

Sehingga ia berpesan dalam pembangunan tanggul raksasa ini wajib adanya kanal-kanal supaya tak mengganggu ekosistem wilayah pesisir.

“Jadi ketika pembangunan Giant Sea Wall tidak diberikan kanal-kanal, ya tinggal tunggu waktu pasti akan ada kehancuran juga. Artinya pesan yang ingin saya sampaikan adalah membangun Giant Sea Wall harus betul diperhatikan aspek ekologi,” kata Trenggono.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *