Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Houthi Tembakkan Rudal Lagi ke Kapal Perang AS di Laut Merah

2 min read

Harianjabar.com- Kelompok Houthi di Yaman pada Rabu (31/1/2024) menembakkan beberapa rudal ke kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut Merah.

Beberapa jam sebelumnya, militer AS melaporkan bahwa mereka menembak jatuh sebuah rudal.

Houthi mengatakan, Angkatan Laut dari Angkatan Bersenjata Yaman menembakkan beberapa rudal ke kapal perusak AS USS Gravely.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan bahwa USS Gravely menembak jatuh rudal Houthi pada Selasa (30/1/2023) sekitar pukul 23.30 waktu setempat, terbaru dari serangkaian insiden serupa di Laut Merah.

“Milisi Huthi yang didukung Iran menembakkan satu rudal jelajah anti-kapal dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi menuju Laut Merah,” kata Centcom, dikutip dari kantor berita AFP.

“Rudal itu ditembak jatuh oleh USS Gravely. Tidak ada korban luka atau kerusakan yang dilaporkan,” lanjutnya.

Houthi adalah bagian dari Poros Perlawanan anti-Barat dan anti-Israel yang didukung Iran. Kelompok ini mengganggu pelayaran di Laut Merah selama berbulan-bulan sehingga memicu serangan balasan dari AS dan Inggris.

Pentagon pada Selasa (30/1/2024) menyampaikan, Houthi melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap kapal komersial dan kapal AL AS sejak 19 November 2023.

Menurut Houthi, serangan itu adalah bentuk solidaritas terhadap Palestina dan protes terhadap perang Israel-Hamas yang berkecamuk di Gaza sejak Oktober 2023.

Serangan ini mengakibatkan beberapa perusahaan pelayaran memutar kapalnya ke sekitar Afrika bagian selatan untuk menghindari Laut Merah, jalur penting yang biasanya dilewati sekitar 12 persen perdagangan maritim global.

Sebagai tanggapan, pasukan AS dan Inggris dua kali melakukan serangan gabungan yang menargetkan situs rudal Houthi dan fasilitas militer lainnya. AS juga melakukan serangkaian serangan sendiri.

AS memimpin koalisinya melindungi pelayaran di Laut Merah, dan berupaya menekan Houthi secara diplomatik dan finansial, termasuk dengan menetapkannya kembali sebagai kelompok teroris.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *