Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Apa Benar Makan Alpukat Bikin Gemuk dan Sembelit?

3 min read

Harianjabar.com – Alpukat tergolong buah yang banyak digemari. Buah ini juga ‘diselimuti’ berbagai mitos yang sebenarnya tak perlu lagi dipercaya. Begini faktanya.

Alpukat adalah buah bertekstur lembut yang rasanya gurih. Jenis buah ini digemari karena bisa diolah menjadi berbagai hidangan, tak hanya sebagai buah potong saja.

Alpukat enak dijadikan isian salad, dijadikan smoothies, hingga saus cocolan seperti guacamole. Namun dalam konsumsinya, masih banyak orang ragu-ragu karena memercayai mitos yang beredar.

Contohnya makan alpukat disebut bikin gemuk dan konstipasi, padahal faktanya tidak seperti itu. Alpukat justru menyehatkan jika dikonsumsi dengan cara tepat.

inilah 7 mitos alpukat yang tak perlu lagi dipercaya:

1. Alpukat bikin gemuk
Banyak pelaku diet menghindari makan alpukat karena dianggap bikin gemuk. Alpukat memang tinggi kandungan lemak. Satu buah alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 22 gram lemak, 240 kalori, 10 gram serat, dan 13 gram karbohidrat.

Namun jumlah lemak yang tinggi itu jangan langsung diklaim tak sehat dan pemicu kegemukan. Sebab lemak dalam alpukat tergolong sehat karena berupa 15 gram lemak tak jenuh tunggal, 4 gram lemak tak jenuh ganda, dan 3 gram lemak jenuh. Lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda tidak berhubungan dengan penambahan berat badan. Lemak ini justru bermanfaat untuk kesehatan jantung.

2. Alpukat tidak perlu dicuci

Mitos yang banyak dipercaya adalah alpukat tidak perlu dicuci karena daging buahnya terlindungi kulit yang tebal. Faktanya, alpukat sebaiknya tetap dicuci untuk menyingkirkan zat berbahaya di permukaan alpukat, seperti bakteri atau pestisida. Keduanya dapat berpindah ke daging buah selama proses pemotongan atau pengupasan.

Penelitian Food and Drug Administration (FDA) mengungkap alpukat mungkin mengandung bakteri listeria di kulitnya. Bakteri ini bisa berbahaya jika termakan ibu hamil dan lansia.

3. Proses kecokelatan daging buah alpukat tak bisa dihentikan
Pencinta alpukat pasti tahu masalah utama usai memotong alpukat adalah daging buahnya akan berwarna kecokelatan usai terpapar udara. Banyak orang pun berpikir hal ini tidak dapat dihindari, padahal faktanya bisa.

Kamu hanya perlu memercikkan perasan air lemon atau jeruk nipis ke daging buah alpukat Kandungan asam sitrat dari buah citrus tersebut akan menunda waktu daging buah alpukat kecokelatan. Cara lainnya dengan menggosokkan sedikit minyak zaitun atau madu ke permukaan daging buah alpukat sebagai pelapisnya.

4. Alpukat tidak boleh disimpan di kulkas

Persoalan menyimpan alpukat juga banyak dipercaya. Beberapa orang percaya alpukat tidak boleh disimpan di kulkas karena warna dan teksturnya akan berubah tidak enak.

Hal itu rupanya hanya mitos karena menyimpan alpukat dalam kulkas bantu mempertahankan kualitas buah, terutama setelah alpukat matang. Rasa dan konsistensi teksturnya akan tahan lebih lama.

5. Makan alpukat tiap hari tidak sehat
Saking sukanya, beberapa pencinta alpukat akan mengonsumsinya setiap hari. Namun muncul kekhawatiran kalau hal ini buruk untuk kesehatan. Faktanya, makan alpukat setiap hari tidaklah masalah.
Jenis lemak yang terkandung adalah lemak sehat yang bagus untuk kesehatan jantung. Alpukat juga sumber serat yang bantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok dikonsumsi pelaku diet.

6. Alpukat bikin sembelit

Mitos lain soal alpukat adalah konsumsinya bikin sembelit, padahal itu tidak benar. Alpukat jika dikombinasikan dengan diet bergizi seimbang, asupan air, dan aktivitas fisik yang cukup, maka akan menyehatkan pencernaan.

Alpukat juga sumber serat larut dan tidak larut yang merupakan komponen utama untuk menyehatkan pencernaan. Alpukat ukuran rata-rata mengandung sekitar 10 gram serat larut yang membantu memenuhi 40% kebutuhan serat harian pada wanita dan 28% pada pria.

7. Cara cepat mematangkan alpukat di microwave
Untuk mematangkan alpukat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya memasukkan alpukat ke microwave. Cara ini kabarnya bisa membuat alpukat matang lebih cepat.

Yang terjadi sebenarnya, hanya biji buah alpukat yang akan melembut, tapi sebenarnya daging buah alpukat tidak matang. Jadi rasa alpukat akan tetap mentah dan kurang creamy layaknya alpukat mentah lain. Untuk solusi terbaik, coba taruh alpukat di kantong kertas agar tingkat pelepasan gas etilen meningkat sehingga alpukat matang lebih cepat.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *