Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Biaya Bengkak Kereta Cepat Sudah Ditutupi, Dari Mana Uangnya?

2 min read

Harianjabar.com – Cost overrun atau biaya bengkak pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh sudah tertutupi. Dari mana sumber duitnya?

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dana yang digunakan untuk menutupi biaya bengkak berasal dari pinjaman PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) ke China Development Bank (CDB) sekitar total US$ 448 juta atau Rp 6,98 triliun.

“Cost overrun sudah tertutupi, ini kan sebenarnya kan pinjaman dari CDB ini untuk ke KAI untuk injeksi, nanti dalam bentuk pinjaman pemegang saham kepada PT KCIC. Jadi ini kemarin sudah cair kita proses menurunkan,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Sebagai informasi, biaya bengkak proyek Woosh adalah US$ 1,2 miliar atau Rp 18 triliunan. Beberapa waktu lalu PT KAI juga mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun untuk menalangi bengkak proyek tersebut.

Sedangkan sisanya tinggal menunggu suntikan dana konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. “Itu cukup, jadi nanti kita tinggal tunggu setoran ekuitas Beijing Yawan saja,” tegasnya.

Tiko menjelaskan, suntikan dana dari Beijing Yawan bukanlah utang baru bagi KAI. Sementara itu, dana yang diterima dari CDB akan diteruskan KAI ke KCIC.

“Nggak, bukan (utang), itu kan ekuitas. Kalau yang ini utang KAI, tapi utang KAI disetorkan ke KCIC,” tuturnya.

Tiko menambahkan porsi sumber dana dari PMN (Penyertaan Modal Dana) paling kecil. Tiko juga memastikan tak ada tambahan PMN untuk menutupi biaya bengkak proyek kereta cepat.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menandatangani perjanjian fasilitas dengan China Development Bank (CDB) untuk pembiayaan cost overrun atau bengkak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pencairan pinjaman telah diterima KAI pada 7 Februari 2024.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024), pencairan pada 7 Februari itu terbagi menjadi dua yakni Fasilitas A sebesar US$ 230.995.000 atau sekitar Rp 3,60 triliun (kurs Rp 15.600).

Kemudian Fasilitas B sebesar RMB ekuivalen dengan US$ 217.080.000 atau sekitar Rp 3,38 triliun. Jika ditotal, kedua fasilitas pinjaman tersebut sekitar Rp 6,98 triliun.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *