Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Misteri Dalang di Balik Kematian Wanita dalam Koper asal Bandung

4 min read

Harianjabar.com- Teka-teki penemuan jasad seorang wanita bernama Rini Mariany (50) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, hingga sekarang belum terpecahkan. Wanita asal Rancasari, Kota Bandung ini diduga keluarganya sebagai korban pembunuhan.
Jasad Rini pertama kali ditemukan seorang warga saat sedang membersihkan sampah di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Kampung Tangsi RT 003 RW 006 Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Kala itu, saksi melihat koper berwarna hitam dan mencoba mengambilnya.

Namun karena koper itu begitu berat, warga tersebut curiga dengan barang temuannya. Penemuan koper tersebut lalu dilaporkan ke polisi. Setelah diidentifikasi, polisi memastikan korban ada Rini Mariany, warga Rancasari, Kota Bandung. Korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, lalu jasadnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Sementara di Bandung, polisi lalu mencoba mencari keberadaan keluarganya. Sayangnya, saat malam usai jasad korban ditemukan, tepatnya pada Kamis (25/4/2024), polisi belum menemukan keluarga korban meski rumahnya sudah didatangi.

Informasi sementara dari tetangganya, korban dan anak-anaknya tertutup selama di wilayah Rancasari, Kota Bandung. Warga sekitar juga melaporkan korban jarang bersosialisasi.

“Informasi dari tetangga, korban ini orangnya tertutup, tidak sosialisasi dengan tetangga, jadi tidak diketahui kerjanya apa dan sama suaminya sudah pisah lama. Sementara laporannya, jasad korban masih di Jakarta,” kata Kapolsek Rancasari Kompol Oesman Imam.

Keesokan harinya, Jumat (26/4/2024), rumah korban terpantau langsung diberi garis polisi. Petugas juga sudah memeriksa rumah tersebut yang diketahui dihuni korban beserta kedua anak perempuannya.

“Rumahnya kita pasang police line (garis polisi). kita sudah cek, di dalam tidak ada barang yang hilang atau tanda kekerasan,” ucap Oesman Imam.

Oesman mengungkap, pemeriksaan saat itu dilakukan dengan meminta keterangan dari kerabat korban yang diketahui berada di wilayah Balubur, Tamansari, Kota Bandung. Polisi di wilayah Kota Bandung, diperbantukan untuk bisa mengungkap kasus tersebut.

Sementara, menurut penuturan tetangganya, Nani (31), mengaku terakhir kali melihat korban pada Rabu (24/4), atau sehari menjelang korban ditemukan meninggal dunia. Saat itu, korban terlihat sedang menyapu halaman rumahnya dan memberi makan puluhan kucing yang berada di kediamannya.

“Almarhumah ini kan sosoknya pendiam dan tertutup, jarang bersosialiasi sama warga. Terakhir kali kita lihat itu hari Rabu pagi, sebelum berangkat kerja beres-beres rumah dulu sambil ngasih makan kucing,” kata Nani.

Pemakaman Rini Mariany, korban tewas yang jasadnya ditemukan di dalam koper di Bekasi. Foto: Rifat Alhamidi.

Selain korban, kedua anak perempuan korban yang baru saja lulus kuliah dan masih duduk di bangku SMA juga bertipikal tertutup dari warga. Nani dan tetangga yang lain pun merasa terkejut setelah mendengar kabar mengenai korban.

“Biasanya pagi berangkat kerja, pulangnya sore. Rutinitas almarhum gitu tiap harinya. Makanya enggak nyangka, kita kaget karena ngiranya ya sehat-sehat aja, enggak ada masalah apa-apa,” ucap Nani.

Bahkan, di hari terbunuhnya korban, warga tak menaruh kecurigaan apapun. Warga baru menyadari korban sudah meninggal setelah sejumlah anggota polisi datang dan memberi kabar tersebut pada Kamis (25/4) petang.

“Kan biasanya kalau berangkat kerja, patokannya lampu depan rumahnya itu dimatiin. Ini mah enggak, dari hari Kamis nyala terus dari pagi. Kita nyangkanya mungkin almarhum lagi pergi lama. Pas polisi datang, kita kaget karena baru tahu kabar soal almarhum,” ujar Nani.

Warga pun berharap polisi bisa segera mengusut kasus ini. Warga menginginkan pelakunya bisa segera ditangkap dan motif dugaan pembunuhan tersebut bisa terungkap. “Mudah-mudahan bisa diusut, cepat terungkap dan pelakunya bisa tertangkap,” tuturnya.

Jumat pukul 14.00 WIB, jasad Rini lalu dimakamkan di TPU Rancacili, Kota Bandung. Keluarga dan sanak keluarga turut mengantar kepergian korban, termasuk kedua anak perempuannya.

Isak Tangis Keluarga

Setelah jasad Rini disemayamkan, tangis haru dari keluarga dan kerabat tak bisa tertahankan. Kesedihan terlihat begitu jasad Rini masuk ke liang lahad dan batu nisan bertuliskan nama mendiang tertancap di atasnya.

Anak Rini menaruh harapan besar supaya kasus yang menimpa ibunya itu segera diusut secara tuntas. “Kami sekeluarga berharap pelaku pembunuhan ibu bisa segera tertangkap,” ujar anak korban yang meminta supaya identitasnya tidak dimunculkan.

Anak Rini mengalami kesedihan yang begitu mendalam sepeninggal mendiang ibunya. Ia berharap, polisi bisa segera mengungkap siapa pelaku dari dugaan pembunuhan tersebut. “Mudah-mudahan kasusnya bisa segera terungkap,” tuturnya.

Sementara, ditemui usai pemakaman, sepupu korban, Anjar Gumilar mengatakan, ada kecurigaan dari keluarga soal terduga pembunuh Rini. Keluarga mencurigai pelakunya adalah orang terdekat korban.

Informasi yang Anjar terima, suami Rini kini sudah dibawa Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Ia pun berharap polisi segera mengungkap siapa pembunuh Rini secara terang-benderang.

“Keluarga menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian supaya bisa mengusut proses penyelidikan ini secara tuntas,” pungkasnya.

Mengenai kasus itu, hingga Jumat, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, memastikan polisi masih terus mengusut kasus penemuan mayat Rini. Proses penyelidikan pun dilakukan secara kolektif bersama jajaran Polsek Cikarang Barat, Polres Metro Bekasi, dan Polda Metro Jaya.

“Masih berlangsung proses penyidikannya. Gabungan antara Polres Metro Bekasi, Polsek Cikarang Barat, dan Direktorat Reskrimum,” ujar Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Ade juga mengimbau masyarakat yang mengetahui maupun mendapatkan informasi soal mayat tersebut dapat segera menghubungi pihak kepolisian.

“Mohon bantuan juga kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui, melihat, atau mendapatkan informasi bisa menghubungi 110 atau menghubungi Polsek Cikarang Barat, Polres Metro Bekasi Kabupaten, dan juga Polda Metro Jaya,” kata Ade.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *