Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Apa Itu Winamp yang Ramai di Instagram Story? Pemutar Musik Legendaris yang Bangkit dari Kubur

3 min read

Harianjabar.com- Mari mengenal Winamp yang ramai di Instagram Story atau InstaStory dengan tren prompt “Lagu apa yang masuk playlist Winamp kamu dulu?”.

Winamp merupakan pemutar musik audio di komputer Windows legendaris yang populer di tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

Kala itu, aplikasi ini mendukung berbagai format seperti MP3, AAC, FLAC, WAV dan WMA.

Sebelum populernya aplikasi streaming seperti Spotify layaknya sekarang, Winamp merupakan aplikasi paling ramai digunakan untuk memutar musik di komputer secara offline.

1. Kepopuleran Winamp

Winamp pertama kali diluncurkan pada tanggal 21 April 1997 oleh Nullsoft, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Justin Frankel dan Dmitry Boldyrev.

Program ini mulai populer pada akhir 90-an hingga awal 2010-an, termasuk di Indonesia.

Winamp mencapai pengguna puncak hingga 90 juta, menjadikannya aplikasi yang cukup ikonik.

Akan tetapi, setelah AOL mengakuisisi Nullsoft, perusahaan yang mengembangkan Winamp, pada tahun 1999, situasinya mulai berubah.

Kebijakan manajemen AOL, termasuk promosi layanan dial-up melalui Winamp, menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pengguna.

2. Kepunahan Winamp

Kepopuleran Winamp ternyata ada masanya. Perlahan kepopuleran Winamp menyusut dan tergusur seperti hilang begitu saja.

Kemunculan iPod pada 2001 juga semakin mengurangi popularitas Winamp.

Winamp yang menjadi legenda dalam sejarah pemutar media digital itu mengumjmkan tutup sejak 20 November 2013 dan aplikasi Winamp tidak lagi mendapatkan dukungan dari pengembang.

Pada 2013, AOL berencana menghentikan Winamp, tetapi akhirnya menjualnya ke Radionomy, sebuah layanan radio daring asal Belgia.

3. Winamp dihadang-hadang mucul jadi platform musik

Setelah periode stagnasi, Radionomy dibeli Nullsoft dan Winamp dari AOL pada Januari 2014

Radionomy memperbarui Winamp pada tahun 2018.

Skeitar tahun 2018, Winamp 5.8 kembali diluncurkan sebagai versi terbaru.

Perkembangan aplikasi ini pun terus berlanjut hingga pada 9 September 2022, diluncurkan kandidat rilis Winamp 5.9 tersedia untuk diunduh.

Kini, Winamp versi 5.9 ini hadir lebih dari sekadar aplikasi pemutar musik dan media saja.

Namun telah menjadi platform streaming konten audio.

Berbagai konten adio telah didistribusikan melalui Winamp.

Mulai dari music, podcast, radio hingga NFT audio pun didukung oleh aplikasi ini.

Jadi, hingga saat ini, Winamp masih ada meski mengalami berbagai naik turun.

Daya tarik Winamp utamanya terletak pada cara mereka membangkitkan nostalgia di antara para penggunanya.

Winamp juga akan membuka kode sumbernya bagi para pengembang di seluruh dunia pada tanggal 24 September 2024 mendatang.

Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan kreativitas dan keahlian komunitas pengembang global guna meningkatkan dan menyempurnakan perangkat lunak tersebut.

Dari awal mulanya yang sederhana sebagai pemutar audio, Winamp kini menawarkan berbagai fitur kekinian.

4. Winamp bangkit dari kubur

Dikutip Tribunjogja.com dari laman Winamp, pihaknya akan meluncurkan desain yang lebih segar dan modern, serta fitur yang lebih lengkap.

Llama Group, sebelumnya dikenal sebagai Radionomy dan pemilik Winamp saat ini, mengungkapkan bahwa platform musik Winamp baru dijadwalkan akan diluncurkan pada 1 Juli 2024.

Perusahaan menegaskan ini adalah fase baru yang membawa solusi unik terhadap tantangan monetisasi yang dihadapi industri musik sekarang.

Llama Group bakal menghadirkan 50.000 artis ke dalam platform pada tahun 2024 saja, dengan tujuan jangka panjang untuk menggabungkan 1 juta pencipta musik ke dalam platform selama lima tahun ke depan.

Winamp yang akan hadir Juli ini akan berbeda dengan versi 2023.

Kali ini akan menggabungkan software pemutar lagu, layanan streaming musik dan penawaran eksklusif seperti NFT serta mechandise.

Llama Group menguraikan ada tiga produk utama yang dibawa Winamp terbaru. Pertama, Winamp for Creators dirancang khusus untuk monetisasi musik.

Lalu Winamp Collaborator memfasilitasi penemuan mitra kreatif dan bisnis baru bagi para seniman.

Sementara, Winamp Player menjanjikan pengalaman mendengarkan musik yang mulus.

Llama Group berjanji akan meluncurkan versi baru pemutar desktop Winamp klasik.

Aplikasin ini sempat terhenti selama lima tahun hingga pengembangan secara resmi dilanjutkan pada tahun 2018 dengan Winamp 5.8.

Versi terbaru dari aplikasi ini, Winamp 5.9.2, dirilis pada bulan April 2023, yang menawarkan pengalaman mendengarkan dan manajemen musik yang tangguh, terutama bagi mereka yang tidak menyukai streaming, demikian dilansir dari Techspot.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *