Harianjabar.com

Media online jawa barat | media jawa barat | informasi jawa barat | berita jawa barat | berita bandung | gubernur jawa barat | walikota bandung | walikota bogor | info kuliner jawa barat | Media Jabar | Jabar Online news | Jabar news | Berita online jawa barat | Media online jabar | Info jabar | Harian Jabar.

Momen Langka, Induk dan 2 Anak Macan Dahan Kalimantan Terekam Kamera

2 min read

Harianjabar.com- Sebuah kamera tersembunyi di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah berhasil merekam sekelompok macan dahan Kalimantan yang sedang berjalan menyusuri hutan setempat.

Dikutip dari Live Science, Minggu (9/6/24), rekaman kamera tersebut memperlihatkan seekor induk macan dahan Kalimantan beserta kedua anaknya yang masih kecil berjalan mengarah ke kamera, Selasa (9/6/24) pukul 13.53 WITA.

Kamera tersembunyi tersebut sebelumnya dipasang di seluruh hutan untuk merekam spesies dan keberadaan hewan di kawasan tersebut.

Meski sempat beberapa kali terekam kamera tersembunyi, tetapi rekaman ini kali pertama memperlihatkan momen induk macan langka ini bersama anak-anaknya.

Manajer Peneliti dari Orangutan Foundation United Kingdom Yoga Perdana menyatakan, rekaman sekelompok hewan yang hampir punah ini menjadi kabar baik bagi dunia konservasi, karena binatang ini masih berkembang biak.

“Bisa melihat induk betina dan anaknya memberi kita bukti bahwa binatang ini sehat, aktif, dan berkembang biak,” kata Yoga, dikutip dari laman resmi Orangutan Foundation, (17/5/24).

Mengenal macan dahan Kalimantan

Macan dahan Kalimantan adalah jenis kucing liar yang memiliki ukuran tubuh dari ujung hidung sampai ujung ekor sekitar 1,5 meter. Habitatnya ada di Kalimantan.

Perbedaan macan dahan dengan macan biasa dapat dikenali dari tanda awan kecil dengan pola bintik berbeda dan garis punggung ganda tebal.

Satwa bernama latin Neofelis diardi ini merupakan salah satu dari dua sub-spesies macan dahan Sunda yang ada di Indonesia. Satu subspesies lainnya dikenal dengan macan dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi).

“Macan dahan merupakan spesies arboreal (hidup di pepohonan) dan pemburu ulung di darat yang berperan penting dalam menjaga ekosistem,” jelas Yoga.

Macan dahan adalah jenis kucing terbesar di Kalimantan, sehingga menjadi predator puncak (top predator) di pulau ketiga terbesar di dunia ini.

Karena itu, binatang ini berperan penting untuk menjaga keseimbangan populasi satwa mangsa, seperti babi hutan berjanggut (Sus barbatus), kijang muncak (Muntiacus muntjak), sambar atau payau (Rusa unicolor).

Jenis mangsa macan dahan Kalimantan lainnya yaitu lutung (Presbytis cristata), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kelasi merah (Presbytis rubicunda), landak, tupai, dan tikus hutan.

Ketika berburu, mereka sangat lincah dan terkenal dengan memiliki persendian yang fleksibel untuk berlari hingga melompat. Pergelangan kaki binatang pemburu ini bisa berputar 180 derajat saat turun dari pohon.

Termasuk satwa yang dilindungi

Macan dahan Kalimantan termasuk jenis satwa yang dilindungi. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Dilansir dari data World Wildlife Fund (WWF), diperkirakan jumlah populasi macan dahan tersisa antara 5.000 hingga 11.000 ekor di Kalimantan. Sedangkan di Sumatera, jumlah satwa ini tinggal 3.000 hingga 7.000 ekor.

Menurut Orangutan Foundation, salah satu faktor berkurangnya jumlah predator ulung ini disebabkan hilangnya habitat akibat penggundulan hutan dan alih fungsi lahan, dalam beberapa tahun terakhir.

Keberadaan macan dahan yang hampir tiada ini juga menarik perhatian global. Organisasi Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah mendaftarkan spesies ini sebagai hewan yang terancam punah.

Sebagai pengingat sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman punahnya macan dahan, tanggal 4 Agustus pun diperingati sebagai Hari Macan Dahan Sedunia.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *