HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Para pecinta sepeda di Kota Bekasi mulai menyatakan suaranya terkait jalur sepeda yang saat ini terkesan tidak terurus keberadaannya.
Seperti yang diungkapkan salah seorang pecinta sepeda, Agus Nugraha Dirinya menyayangkan Pemkot Bekasi yang terkesan tidak konsisten dalam mengurus jalur sepeda yang telah dibangunnya.
“Terlihat tidak kosisten dan terkesan asal bangun aja ya,” kritik Agus, Jumat (14/8/2026).
Agus mengatakan, keberadaan jalur sepeda yang sudah disediakan seperti saat ini, seharusnya bisa lebih terawat dan diperhatikan keberadaannya.
“Jalurnya malah harus dibagusin dan perawatam konsiten,” katanya tegas.
Bukan tanpa alasan dirinya mengungkapkan hal tersebut. Menurut Agus, kedepannya sepeda akan menjadi trasportasi darat yang cukup dibanggakan karena tidak menimbulkan polusi dan menyehatkan fisik bagi pengendaranya.
“Sekarang, tinggal Pemkot Bekasinya saja yang harus konsiten dalam pemanfaatan jalur sepeda tersebut. Kami selaku pesepeda, sangat butuh jalur itu,” tuturnya.
Agus juga mengatakan alasan penting kenapa jalur sepeda tersebut harus disediakan.
Keselamatan di jalan raya biasa, sepeda vs motor atau mobil itu tidak seimbang. Data kecelakaan pesepeda paling banyak karena “keserempet” dari belakang atau diserobot.
“Dengan jalur khusus para pesepeda punya “rumah” sendiri. Resiko kecelakaannya pun menurun drastis,” katanya.
Bagi pengguna sepeda, selain bisa meningkatkan kesehatan, menaiki sepeda juga tidak membuat macet, tidak butuh parkir luas dan tidak pakai bensin.
“Naik sepeda cocok banget buat jarak 3-7 kilometer, seperti pergi ke rumah, ke stasiun maupun kantor atau kampus,” bebernya.
Transportasi menyumbang 40 persen lebih polusi udara di kota besar. Jika 10 persen orang beralih menggunakan sepeda, maka akan tercipta udara lebih bersih, ISPA dan polusi turun, sehingga mereka akan cenderung lebih sehat. Gak obesitas, jantung, diabetes.
Tanpa jalur khusus, pesepeda akan naik ke trotoar dan membahayakan para pejalan kaki. Sedangkan pesepeda di jalan raya, bisa membahayakan dirinya sendiri.
“Kalau ada jalurnya, baik mobil di jalan, motor di jalan, sepeda di jalur sepeda, pejalan kaki di trotoar, maka akan muncul kondisi yang rapi,” tegas Agus.
Mereka yang bersepeda lebih sering singgah ke warung atau toko dipinggir jalan dibandingkan mereka yang naik mobil.
Selain itu, jalur sepeda juga membuat kota lebih manusiawi. Bahkan disisi lain, keberadaannya bisa digunakan untuk berolahraga pagi, sarana kendaraan berangkat ke sekolah maupun ibu-ibu ke pasar.
Syarat Jalur Sepeda Yang Bagus
- Terhubung. Dari rumah ke stasiun ke kantor terkoneksi bukan putus-putus.
- Terpisah. Ada pembatas dari motor atau mobil. Cat saja tidak cukup.
- Aman dan Nyaman. Diteduhkan dengan pohon, lampunya terang, tidak ada paku.

