Bekasi, harianjabarcom — Forum Penguatan Ideologi Pancasila dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (FPIPPWK) diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus ruang diskusi bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menghadiri kegiatan Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan bersama para ketua RW se-Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (19/9).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Warga RW 24, Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, tersebut dihadiri puluhan ketua RW. Dari sebanyak 98 undangan yang disebarkan, tercatat 70 ketua RW hadir dalam dialog tersebut.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto mengatakan keberadaan FPIPPWK menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi dan edukasi mengenai nilai-nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Forum ini sebagai wadah edukasi dan berdiskusi tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” ujar Tri.
Tri mengatakan Pemerintah Kota Bekasi akan memberikan dukungan terhadap kegiatan FPIPPWK, termasuk dalam penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki landasan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk proses-proses yang menimbulkan keresahan karena nilai-nilai tersebut tidak ditanamkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara FPIPPWK dengan para ketua RW. Ia mendorong agar diskusi tidak berhenti dalam satu kegiatan, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan membahas persoalan yang muncul di masing-masing wilayah.
Dialog kemudian berlangsung dua arah. Para ketua RW tidak hanya mendapatkan pemaparan mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, tetapi juga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.
Sejumlah persoalan yang muncul dalam diskusi antara lain kondisi generasi muda, peredaran narkoba, hingga minimnya keterlibatan sebagian pemuda dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian para peserta karena dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, pengurus lingkungan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Kegiatan dialog dipandu oleh Budi Utomo, salah satu pengurus FPIPPWK. Sementara narasumber dalam kegiatan tersebut merupakan Ketua Umum FPIPPWK.
Ketua panitia kegiatan sekaligus Wakil Ketua FPIPPWK, Haeri Parani, mengatakan dialog bersama Forum RW tersebut merupakan salah satu langkah awal FPIPPWK untuk memperluas komunikasi mengenai nilai-nilai kebangsaan hingga tingkat lingkungan.
“Forum ini masih baru terbentuk pada awal tahun 2026. Namun sesuai SK yang diberikan Wali Kota Bekasi, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan di masyarakat,” ujar Haeri.
Menurut Haeri, keberadaan para ketua RW menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Hal senada disampaikan Budi Utomo. Ia mengatakan antusiasme peserta dalam dialog cukup tinggi. Terlebih, kehadiran langsung Wali Kota Bekasi membuat pembahasan mengenai wawasan kebangsaan semakin mendapat perhatian dari para peserta.
“Suasananya di luar dugaan. Antusiasme peserta cukup tinggi dan dialog juga berlangsung dua arah,” ungkap Budi.
FPIPPWK sendiri merupakan forum yang dibentuk Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi. Forum tersebut memiliki tujuan memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Ke depan, FPIPPWK menargetkan kegiatan dialog serupa dapat dilaksanakan secara mobile di berbagai wilayah Kota Bekasi. Dengan demikian, pembahasan mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Konsep tersebut juga diharapkan membuat FPIPPWK tidak hanya menjadi forum formal, tetapi menjadi ruang komunikasi yang dapat menampung berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi tempat berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi dengan para ketua RW dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat komunikasi dari tingkat pemerintah hingga lingkungan masyarakat.
Melalui dialog yang dilakukan secara berkelanjutan, FPIPPWK diharapkan dapat menjadi wadah bersama untuk memperkuat pemahaman Pancasila, wawasan kebangsaan, serta membangun kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

