HARIAN JABAR – Niat baik menolong sesama terkadang justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. Baru-baru ini, sebuah unggahan dari akun Dedy Liem viral setelah menceritakan pengalaman “nyesek” saat menggunakan jasa tukang bunga keliling yang menawarkan jasa tanam di depan rumahnya.
Kejadian yang awalnya dianggap sebagai bantuan kecil, justru berakhir dengan tagihan jutaan rupiah akibat strategi penjualan yang dinilai kurang jujur.
Berdasarkan penuturan korban, insiden ini bermula saat seorang bapak pembawa keranjang pikul menawarkan bunga untuk ditanam di taman rumah. Dengan kesepakatan awal harga Rp6.000 per tanaman, pemilik rumah mengizinkan pengerjaan dilakukan di area depan.
Namun, terdapat beberapa kejanggalan dalam proses pengerjaannya:
- Over-Work: Pelaku bekerja sangat cepat dan merambah ke area yang tidak diminta oleh pemilik rumah.
- Kerapatan Tinggi (Double Layer): Pelaku menanam bunga dengan jarak yang sangat rapat dan berlapis agar stok bunga yang ia bawa habis seluruhnya.
- Klaim Jumlah Berlebih: Pelaku awalnya mengklaim telah menanam 700 pohon dengan total tagihan mencapai Rp4,2 Juta. Namun, saat dihitung ulang oleh pemilik rumah melalui bekas kantong polibag, jumlahnya hanya sekitar 500-an pohon.
Meski merasa ada unsur ketidaktulusan dalam proses pengerjaan, pemilik rumah akhirnya bernegosiasi dan membayar sebesar Rp3 Juta. Angka ini jauh di luar ekspektasi pemilik rumah yang awalnya mengira biaya tidak akan sampai menyentuh angka Rp1 Juta.
“Nyesek juga ngerasain tanam rumput segitu 3 juta… Hitung-hitung beramal, tapi harapannya si bapak tidak menggunakan cara-cara curang untuk memaksakan menjual produknya,” tulis Dedy Liem dalam unggahannya.
