BEKASI, HARIANJABAR.COM — Berawal dari kesamaan hobi dan kegemaran melakukan Sunday Morning Ride (Sunmori), sekelompok penggemar Harley-Davidson membentuk sebuah komunitas yang kemudian dikenal dengan nama Dark Knight Motorcycle (DKM).
Komunitas ini mempertemukan para pemilik Harley-Davidson dari berbagai tipe. Bukan model, tahun produksi, maupun harga motor yang menjadi pembeda, melainkan kesamaan kecintaan terhadap Harley-Davidson, riding, touring, Sunmori, hingga sekadar nongkrong dan menikmati waktu bersama.
Nama Dark Knight Motorcycle (DKM) lahir dari kebersamaan Bro Yuka, Bro Agus, Bro Ilham, dan Bro Rendi. Kesamaan hobi dan kesenangan menikmati perjalanan menggunakan Harley-Davidson menjadi awal terbentuknya komunitas tersebut.
Berawal dari Grup Kecil untuk Sunmori
Menurut Bro Yuka, awal terbentuknya DKM sangat sederhana. Karena sama-sama memiliki hobi Harley-Davidson dan senang melakukan Sunmori bersama, mereka kemudian membuat sebuah grup kecil untuk mengatur jadwal riding.
“Gara-gara sama-sama hobi dan suka Sunmori bareng, kita buat grup kecil untuk jadwal Sunmori atau riding. Dari situ akhirnya semakin sering kumpul dan berkembang menjadi Dark Knight Motorcycle,” ujar Bro Yuka.
Dari grup kecil tersebut, aktivitas DKM kemudian semakin beragam.
Tidak hanya Sunmori pada pagi hari, anggota juga menikmati touring, riding malam, nongkrong bersama, hingga menghabiskan waktu dengan bercanda dan tertawa. Bagi mereka, perjalanan menggunakan Harley-Davidson bukan hanya soal sampai di tempat tujuan.
Perjalanan, kebersamaan, dan cerita di sepanjang jalan justru menjadi bagian yang paling berharga.
Sunmori ke PIK, Riding Sekaligus Mengabadikan Momen
Salah satu kegiatan terbaru Dark Knight Motorcycle (DKM) adalah Sunmori menuju kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Sejumlah Harley-Davidson dari berbagai tipe ikut meramaikan perjalanan tersebut. Suasana riding semakin menarik karena para anggota dapat menikmati perjalanan bersama dengan karakter motor yang berbeda-beda.
Ada satu hal unik dalam kegiatan Sunmori DKM.
Setiap kegiatan riding sebisa mungkin selalu dilengkapi dengan fotografer untuk mengabadikan momen perjalanan. Bagi anggota DKM, dokumentasi bukan sekadar foto motor. Foto menjadi bagian dari cerita dan kenangan yang nantinya dapat dilihat kembali. Menariknya, biaya fotografer tersebut ditanggung secara bersama-sama oleh anggota.
Konsep sederhana tersebut memperlihatkan bagaimana DKM membangun rasa kebersamaan. Tidak ada satu orang yang dibebani seluruh kebutuhan kegiatan. Semuanya dilakukan bersama sesuai kesepakatan.
Inilah Dark Knight Motorcycle. Kebersamaan adalah segalanya.
Tidak Melihat Tipe Harley-Davidson
DKM juga tidak menjadikan tipe Harley-Davidson sebagai ukuran dalam membangun pertemanan. Berbagai tipe Harley-Davidson dapat berkumpul dalam satu rombongan. Masing-masing memiliki karakter, gaya, dan preferensi yang berbeda.
Namun ketika sudah berada di jalan, semuanya memiliki tujuan yang sama: menikmati riding dan kebersamaan. Bagi DKM, Harley-Davidson adalah titik temu. Setelah itu, persahabatanlah yang membuat komunitas terus berjalan.
“Yang penting kita sama-sama suka Harley, suka riding, suka Sunmori dan senang kumpul. Mau tipenya apa, bukan itu yang kita lihat. Yang penting bisa menikmati perjalanan dan kebersamaan,” kata Bro Yuka.
Dari Kopi Nako hingga Riding Malam
Sebelum berkembang menjadi komunitas yang lebih solid, kebersamaan para anggota DKM juga tumbuh dari kegiatan sederhana seperti nongkrong di Kopi Nako. Dari meja kopi, obrolan mengenai motor kemudian berlanjut menjadi rencana riding. Dari rencana riding kemudian menjadi Sunmori.
Dari Sunmori kemudian lahir lebih banyak cerita dan persahabatan. Tidak hanya pagi hari, anggota DKM juga menikmati riding malam dan nongkrong hingga larut. Bahkan, urusan begadang seolah bukan menjadi persoalan bagi para pecinta Harley-Davidson ini. Canda, tawa, obrolan seputar motor, rencana touring, hingga cerita kehidupan menjadi warna tersendiri dalam setiap pertemuan. Bagi mereka, nongkrong bukan hanya duduk bersama, tetapi menjadi bagian dari cara membangun persaudaraan.
DKM Bukan Sekadar Komunitas Motor
Kehadiran Dark Knight Motorcycle menunjukkan bahwa komunitas Harley-Davidson tidak selalu harus dibangun dengan konsep yang rumit. Kadang, sebuah komunitas justru lahir dari hal sederhana: beberapa orang yang memiliki hobi sama, sering bertemu, kemudian memutuskan untuk riding bersama. Dari sana muncul rasa saling mengenal, saling membantu, dan akhirnya tumbuh menjadi persaudaraan. Bagi Bro Yuka dan para pendiri DKM, perjalanan komunitas ini masih panjang. Ia berharap DKM dapat terus menjadi ruang bagi para pecinta Harley-Davidson untuk menikmati hobi tanpa melihat latar belakang maupun tipe motor.
Ucapan Bro Yuka untuk Dark Knight Motorcycle
“Terima kasih untuk Bro Agus, Bro Ilham, Bro Rendi, dan seluruh teman-teman DKM yang sudah sama-sama membangun kebersamaan ini. Mudah-mudahan kita bukan cuma kuat di jalan, tapi juga kuat dalam persaudaraan.”
“Jangan pernah hilangkan keseruan Sunmori, touring, nongkrong, ketawa bareng dan saling support. Semoga DKM semakin solid, semakin banyak cerita baik yang kita buat bersama, dan yang paling penting, tetap rendah hati.”
“Karena buat kita, kebersamaan adalah segalanya.”
Bagi Dark Knight Motorcycle, jalan masih panjang. Akan selalu ada rute baru, tempat baru, kopi baru, cerita baru, dan tentunya perjalanan baru yang menunggu untuk dinikmati bersama.
DKM bukan sekadar tentang Harley-Davidson. DKM adalah tentang orang-orang di balik setang, persahabatan, kebersamaan, dan cerita yang tercipta sepanjang perjalanan.
Salam satu aspal. Salam persaudaraan.

