Bandung, Harianjabar.com — Menyikapi situasi terkini yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar, SMAN 1 Bandung memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring hingga Kamis, 4 September 2025. Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi yang diterbitkan pihak sekolah pada Senin (1/9).
Kepala SMAN 1 Bandung, Hj. Ratna Dewi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan siswa maupun guru.
“Kami memprioritaskan keselamatan seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, selama tiga hari ke depan, seluruh pembelajaran akan dilakukan secara daring melalui platform pembelajaran yang telah disiapkan,” ujarnya.
Ratna menambahkan, meskipun kegiatan belajar dilakukan secara daring, sekolah memastikan bahwa kualitas pembelajaran tetap terjaga. Para guru telah menyesuaikan materi, jadwal, serta metode pengajaran agar proses belajar tetap efektif.
“Guru dan staf sekolah siap mendampingi siswa melalui berbagai media komunikasi, termasuk grup kelas dan konsultasi online,” jelasnya.

Orangtua siswa menyambut baik kebijakan ini, meskipun beberapa mengaku harus menyesuaikan aktivitas di rumah.
“Lebih aman anak-anak belajar di rumah, namun kami juga perlu menyiapkan perangkat dan jaringan internet yang memadai,” kata Yuli, orangtua siswa kelas 11.
Keputusan SMAN 1 Bandung ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Kota Bandung yang mendorong sekolah untuk memprioritaskan keamanan peserta didik, terutama dalam kondisi sosial dan situasi yang tidak menentu.
Sekolah juga mengimbau siswa agar tetap disiplin mengikuti jadwal pembelajaran daring, aktif berpartisipasi dalam kelas virtual, dan segera melaporkan kendala teknis kepada guru. Informasi terbaru mengenai kegiatan belajar akan disampaikan melalui situs resmi sekolah, grup WhatsApp kelas, serta media sosial resmi sekolah, sehingga siswa dan orangtua dapat selalu memantau perkembangan.
Dengan langkah ini, pihak sekolah berharap proses pembelajaran tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik.
