Jakarta, HarianJabar.com – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hadir untuk memastikan keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pangan bergizi. Program ini diperkenalkan Presiden Joko Widodo pada Juli 2016, menggantikan program Raskin yang berbentuk karung beras.
Awalnya, setiap keluarga penerima mendapatkan Rp110.000 per bulan. Nilai ini kemudian naik menjadi Rp150.000 pada 2020 ketika Raskin berubah menjadi Program Sembako, dan Rp200.000 per bulan sejak pandemi Covid-19. Bantuan disalurkan melalui bank anggota Himbara dalam empat tahap per tahun atau tunai melalui PT Pos Indonesia di beberapa daerah.
Syarat Menerima BPNT
Berikut syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan BPNT:
- Warga Negara Indonesia (WNI) – Pastikan NIK di KTP sesuai data administrasi.
- Memiliki KTP yang sah – KTP aktif dan valid.
- Kategori keluarga miskin – Berdasarkan survei atau penilaian kesejahteraan.
- Terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) – Hanya yang tercatat berhak menerima.
- Bukan PNS, pensiunan PNS, TNI/Polri, atau karyawan BUMN/BUMD.

Manfaat dan Fleksibilitas BPNT
Program ini membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan. Dengan e-Warong, keluarga penerima dapat memilih bahan pangan sesuai kebutuhan, misalnya:
- Satu bulan membeli 10 kg beras, bulan berikutnya 6 kg beras dan telur.
- Saldo yang tidak terpakai tidak hangus dan dapat digunakan di bulan berikutnya.
Transaksi tercatat secara elektronik, sehingga meminimalkan risiko penyalahgunaan.
Cara Cek Penerima BPNT
Orang tua atau kepala keluarga dapat memastikan status penerima dengan langkah berikut:
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Isi alamat sesuai KTP.
- Masukkan nama lengkap persis seperti di KTP.
- Ketik kode captcha, lalu klik “Cari Data”.
- Periksa apakah nama/KK Anda tercantum sebagai penerima BPNT.
Mekanisme Penyaluran
Penyaluran BPNT dilakukan secara non tunai untuk keamanan:
- PT Pos Indonesia: disalurkan 3 bulan sekaligus (Rp600.000).
- Bank Himbara: disalurkan 2 bulan sekaligus (Rp400.000).
Dengan sistem ini, BPNT lebih aman, fleksibel, dan mudah diawasi dibanding metode lama berbentuk beras langsung.
