Bekasi, harianjabarcom – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyepakati penyesuaian konsep teknis pembangunan saluran di Jalan Joyomartono, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, dengan mengedepankan penerapan sistem long storage dan sumur resapan sebagai solusi penanganan genangan.
Penyesuaian konsep tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan air di kawasan Jalan Joyomartono sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak aliran air apabila dialirkan ke wilayah lain.
Proyek peningkatan saluran dengan nilai kontrak Rp2.272.795.201 itu semula direncanakan mengalirkan air menuju Kali Sasakjarang. Namun, rencana tersebut mendapat perhatian dari warga RW 14 Kabupaten Bekasi yang khawatir peningkatan debit air dapat memengaruhi kondisi tanggul dan berpotensi menimbulkan persoalan banjir di lingkungan mereka.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi melalui DBMSDA melakukan pembahasan untuk mencari alternatif penanganan yang mempertimbangkan kebutuhan pengendalian genangan di Jalan Joyomartono serta potensi dampak terhadap wilayah sekitar.
Long Storage dan Sumur Resapan Jadi Alternatif Penanganan Genangan
Penerapan sistem long storage yang dikombinasikan dengan sumur resapan menjadi solusi teknis yang disepakati dalam penyesuaian konsep pembangunan saluran Jalan Joyomartono.
Long storage merupakan sistem penampungan air yang dirancang untuk menahan dan menyimpan air sementara sebelum dialirkan atau dikelola lebih lanjut. Sementara itu, sumur resapan berfungsi membantu memasukkan air ke dalam tanah sesuai dengan kondisi dan kemampuan resapan lahan.
Kombinasi kedua sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian limpasan air hujan sehingga penanganan genangan tidak hanya bergantung pada pengaliran air menuju saluran atau sungai penerima.
Melalui pendekatan ini, pengelolaan air di kawasan Jalan Joyomartono diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dengan mempertimbangkan kapasitas penampungan, kemampuan resapan tanah, serta kondisi drainase di sekitarnya.
Meski demikian, penerapan sistem long storage dan sumur resapan perlu didukung perhitungan teknis yang memadai. Kajian terhadap kondisi tanah, volume limpasan, kapasitas tampungan, dan kebutuhan pemeliharaan menjadi bagian penting untuk memastikan sistem tersebut dapat berfungsi secara optimal.
Pertimbangkan Dampak Aliran Air ke Wilayah Sekitar
Penyesuaian konsep pembangunan saluran Jalan Joyomartono juga mencerminkan pentingnya mempertimbangkan dampak pengelolaan air lintas wilayah.
Rencana awal pengaliran air menuju Kali Sasakjarang menimbulkan kekhawatiran warga RW 14 Kabupaten Bekasi. Mereka mengkhawatirkan peningkatan debit air dapat memberikan tekanan tambahan terhadap tanggul dan meningkatkan risiko genangan atau banjir di wilayah mereka.
Aspirasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan penyesuaian konsep teknis. Penanganan genangan di satu kawasan diharapkan tidak justru memindahkan persoalan ke kawasan lain.

Karena itu, sistem penampungan dan peresapan air menjadi alternatif yang perlu dirancang secara cermat agar pengelolaan limpasan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pengendalian air.
Koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi, pihak terkait di Kabupaten Bekasi, serta masyarakat juga diperlukan untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan memperhatikan kondisi wilayah secara menyeluruh.
Proyek Rp2,27 Miliar Diharapkan Berikan Manfaat Nyata
Dengan nilai kontrak mencapai Rp2,27 miliar, proyek peningkatan saluran Jalan Joyomartono diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pengurangan genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Penerapan konsep long storage dan sumur resapan menjadi bagian penting dari upaya mencari solusi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada fungsi dan keberlanjutan sistem pengelolaan air.
Keberhasilan proyek ini nantinya perlu diukur berdasarkan kemampuan infrastruktur dalam menampung, meresapkan, dan mengendalikan air sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.
Selain kualitas konstruksi, pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan dan pemeliharaan setelah pembangunan juga menjadi faktor penting. Kapasitas tampungan harus sesuai dengan kebutuhan, sedangkan sumur resapan perlu dipastikan berfungsi berdasarkan karakteristik tanah dan kondisi lingkungan setempat.
Dengan penyesuaian konsep teknis tersebut, pembangunan saluran Jalan Joyomartono diharapkan menjadi langkah konkret dalam penanganan genangan di Kota Bekasi sekaligus mempertimbangkan aspirasi masyarakat di wilayah sekitar.
Penerapan long storage dan sumur resapan pun diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan air yang lebih terencana, dengan tetap mengedepankan kajian teknis, pengawasan, dan koordinasi antardaerah.

