HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober lalu, menjadi perhatian khusus Aktivis Pondok Pesantren Bekasi, Gus Eri Mutawalli.
Secara khusus, dirinya mengatakan bahwa momentum Hari Santri menjadi sebuah momen bagi pondok pesantren dan santri untuk bangkit setelah beberapa waktu lalu banyak kabar yang mengarah kepada ponpes terkait adanya pelecehan seksual yang dilakukan di dalam pondok pesantren.
“Hari Santri bisa menjadi momen untuk pondok pesantren dan santri bangkit setelah banyaknya kejadian yang dianggap kurang mengenakan di lingkungan pondok pesantren itu sendiri,” tutur Gus Eri, Minggu (25/10/2026).
Dirinya menuturkan, kejadian yang terjadi tersebut sebenarnya tidak mewakili atau representasi dari pondok pesantren itu sendiri.
“Banyaknya kasus bullying, pelecehan seksual, hal ini dilakukan oleh oknum atau perorangan bukan pondok pesantren itu sendiri,” ujarnya
Selain itu, Gus Eri juga meminta agar jangan ada penggiringan opini publik atau menggeneralisasi berita yang negatif terhadap santri, kyai maupun pondok pesantren itu sendiri.
“Jangan digiring ke arah tersebut, ke atah yang negatif,” sambungnya singkat.
Gus Eri pada kesempatan tersebut juga menekankan agar kehadiran para santri di tengah-tengah masyarakat bisa menjadi sebuah motor penggerak kebangkitan ekonomi saat ini.
“Jadi, santri itu bukan hanya memiliki pengetahuan agama saja, tetapi juga harus memiliki kemampuan di bidang lainnya, sehingga mereka bisa menjadi motor penggerak dalam kebangkitan ekonomi masyarakat,” pesannya.
Meskipun demikian, dirinya juga mengingatkan para santri akan perjuangan para kyai dan santri dalam melawan penjajahan di bumi nusantara ini.
“Yang perlu diingat adalah peranan kyai dan santri yang memiliki andil besar membantu melawan penjajah di bumi nusantara,” katanya melanjutkan.
Untuk itu dirinya berharap agar peringatan Hari Santri jangan dijadikan sekedar seremonial saja, tetapi ada perhatian lebih terhadap para kyai, santri maupun pondok pesantren itu sendiri, mengingat sumbangsih nyata mereka mulai dari zaman penjajahan memperjuangkan kemerdekaan hingga saat ini mengisi alam pembangunan melalui ide maupun karya nyata mereka.
“Pemerintah harus bisa memberikan perhatian lebih kepada kyai, santri dan pondok pesantren, mengingat latarbelakang sejarah tersebut, sehingga kehadiran santri menguatkan negeri menuju Indonesia emas,” pintanya tegas.

