Bandung, HarianJabar.com – Politisi sekaligus tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik usai pernyataannya yang cukup tegas saat menerima kunjungan warga di kediamannya, Lembur Pakuan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan serta-merta membayarkan utang warga yang datang mengadu kepadanya.
Menurut Dedi, banyak masyarakat yang datang dengan membawa keluh-kesah, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga masalah finansial. Namun, ia menilai bahwa penyelesaian masalah utang tidak bisa sekadar dengan bantuan instan berupa uang.

“Saya ogah bayarin utang orang. Kalau semua datang ke sini lalu minta dibayarkan utangnya, kapan selesainya? Saya lebih senang membantu mereka mencari jalan keluar agar mandiri,” ujar Dedi di hadapan warga.
Fokus pada Kemandirian Warga
Dedi menegaskan bahwa prinsipnya dalam membantu masyarakat bukanlah dengan cara memanjakan, melainkan mendorong kemandirian. Ia lebih memilih memberikan peluang usaha, modal kerja produktif, atau bantuan yang bisa menjadi pintu keluar jangka panjang.
“Kalau dibayarin, besok-besok datang lagi dengan utang baru. Saya ingin mereka bisa cari solusi, entah dengan usaha kecil-kecilan, atau lewat program yang memang bisa menopang kehidupan mereka,” tambahnya.
Fenomena Utang sebagai Masalah Sosial
Dalam pandangan Dedi, utang masyarakat sering kali terjadi karena gaya hidup konsumtif dan minimnya literasi keuangan. Banyak warga yang terjebak pinjaman online (pinjol) atau rentenir dengan bunga tinggi, sehingga sulit keluar dari lingkaran utang.
Karena itu, ia menilai edukasi finansial menjadi penting. Ia juga membuka ruang diskusi dengan warga mengenai bagaimana mengelola penghasilan, menekan pengeluaran yang tidak mendesak, serta mencari sumber penghasilan tambahan.
Respon Warga dan Warganet
Sikap tegas Dedi ini memunculkan beragam reaksi. Ada yang mendukung karena dinilai mendidik, namun tak sedikit pula yang berharap Dedi lebih empatik terhadap kondisi masyarakat kecil.
Di media sosial, sejumlah warganet menyebut langkah Dedi sebagai bentuk “pendidikan sosial” yang jarang dilakukan oleh tokoh publik. Namun, ada pula yang menilai bahwa solusi konkret tetap harus dihadirkan agar masyarakat tidak merasa ditinggalkan.
Dedi dan Lembur Pakuan
Diketahui, Lembur Pakuan kerap menjadi tempat warga mendatangi Dedi untuk meminta bantuan, curhat masalah keluarga, hingga mencari solusi atas berbagai kesulitan hidup. Tokoh yang dikenal dengan gaya blusukannya itu memang kerap hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk membantu persoalan sosial, budaya, hingga lingkungan.
Namun, melalui pernyataannya kali ini, Dedi ingin menegaskan bahwa bantuan tidak selalu identik dengan uang. Ada cara lain yang lebih mendidik, yakni dengan mendorong masyarakat untuk kuat berdiri di atas kaki sendiri.
