Tasikmalaya, HarianJabar.com – Suasana subuh di sebuah kawasan padat penduduk di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam. Kobaran api besar melalap sedikitnya enam bangunan permanen dan semi permanen, terdiri dari rumah tinggal dan kios usaha warga. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, disertai suara ledakan dari tabung gas dan peralatan rumah tangga. Warga yang panik berlarian menyelamatkan diri dan harta benda seadanya.

“Api begitu cepat merambat. Kami hanya sempat membawa pakaian di badan. Semua barang sudah habis,” tutur Asep (45), salah satu korban yang rumahnya rata dengan tanah.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, api diduga bermula dari salah satu kios yang menjual bahan sembako. Diduga ada korsleting listrik yang memicu percikan api, lalu menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.
Karena bangunan banyak menggunakan bahan mudah terbakar, kobaran api cepat meluas hingga enam unit habis terbakar. Warga sekitar sempat berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya, namun api terlalu besar.
Upaya Pemadaman
Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas gabungan dari Damkar, polisi, TNI, dan relawan butuh waktu hampir tiga jam untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas.
“Kami mengalami kesulitan karena akses jalan sempit dan sumber air terbatas. Namun, alhamdulillah api bisa dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tasikmalaya.
Kerugian dan Korban
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, beberapa warga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
Kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah, mengingat sejumlah kios yang terbakar berisi barang dagangan bernilai tinggi. Saat ini, para korban diungsikan sementara ke rumah kerabat dan posko darurat yang disiapkan pemerintah setempat.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Tasikmalaya menyatakan keprihatinannya dan memastikan bantuan segera digulirkan. Bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar sudah disalurkan.
“Kami juga akan menyiapkan bantuan untuk perbaikan rumah dan pemulihan ekonomi warga. Ini musibah yang tidak ringan, tapi dengan gotong royong kita bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Peringatan dan Antisipasi
Kebakaran ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat di kawasan padat penduduk. Pemerintah daerah mengimbau warga lebih waspada terhadap instalasi listrik dan penggunaan peralatan gas, terutama pada malam dan dini hari.
Relawan juga menyerukan pentingnya warga memiliki alat pemadam sederhana di rumah atau kios untuk mencegah meluasnya api jika terjadi kebakaran.
