Sukabumi, HarianJabar.com – Warga Pasar Surade, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh kobaran api yang melalap sebuah gudang sembako pada Kamis (18/9/2025) dini hari. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar isi gudang yang diketahui berisi bahan kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir hingga mie instan.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 02.30 WIB dari bagian belakang gudang. Beberapa pedagang yang masih berada di area pasar segera berteriak meminta bantuan dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, karena sebagian besar barang yang tersimpan mudah terbakar, kobaran api dengan cepat meluas.
“Awalnya ada bau gosong, begitu dicek ternyata api sudah besar. Kami berusaha menyiram dengan air seadanya, tapi nggak mampu melawan kobaran api,” ungkap Ujang (37), pedagang di Pasar Surade.
Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan segera menerjunkan tiga unit mobil damkar dari UPTD Surade. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena akses menuju gudang cukup sempit. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB setelah petugas berjibaku hampir tiga jam.
Kapolsek Surade, AKP Rahmat Hidayat, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian belakang gudang,” ujarnya.
Kebakaran ini juga sempat membuat panik para pedagang di sekitar lokasi karena khawatir api merambat ke kios lain. Beberapa pedagang bergegas mengevakuasi barang dagangan mereka ke luar pasar demi menghindari kerugian lebih besar.
“Alhamdulillah api bisa dipadamkan sebelum merembet ke kios kami. Kalau tidak, mungkin pasar bisa habis terbakar,” kata Yati (45), salah seorang pedagang sayur.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kebakaran pasar tradisional di Jawa Barat. Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terkait sistem kelistrikan dan instalasi listrik di pasar-pasar tradisional, agar peristiwa serupa tidak terulang.
