HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Kepala SMKN 2 Kota Bekasi, Agus Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya siap menyediakan lulusan atau tenaga ahli untuk mengelola dan merawat program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Saat ditemui, Kepala SMKN 2 Kota Bekasi, Agus Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya masih terus merancang agar lulusannya mampu bekerja dan mengoperasikan alat yang mengubah sampah menjadi energi listrik, karena sebelumnya Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, melakukan sosialisasi kepada siswanya terkait kesempatan peluang bekerja pada program PSEL tersebut.
“Saat ini kami tengah merancang agar lulusan SMKN 2 Kota Bekasi bisa terserap dalam program tersebut,” tegas Agus, Senin (19/10/2026).
Menurut Agus, kesempatan terserapnya siswa atau lulusan SMKN 2 Kota Bekasi pada program PSEL sangat besar, mengingat di sekolahnya terdapat jurusan yang memang diperuntukan untuk mengelola atau mengoperasikan alat pada program tersebut.
“Kebetulan di SMKN 2 Kota Bekasi terdapat jurusan Elektronika Industri dan Teknik Teknologi Terbarukan, jadi kesempatan untuk bekerjanya bisa jauh lebih besar,” katanya.
Meskipun demikian, kedatangan Walikota Bekasi ke sekolahnya, baru sebatas sosialisasi hal tersebut kepada siswa.
“Meskipun baru sebatas sosialisasi, SMKN 2 Kota Bekasi memiliki kualifikasi dalam bidang tersebut,” ujarnya tersenyum.
Agus dalam kesempatan tersebut merasa optimis, bahwa kebutuhan tenaga ahli di bidang Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, mampu diisi oleh lulusan dari sekolahnya.
“Melihat latarbelakang tersebut, saya optimis bahwa lulusan kami bisa berbicara banyak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono mendatangi SMKN 2 Kota Bekasi dan melakukan sosialisasi terkait tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperoleh kesempatan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

