HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Warga yang berada di wilayah RW17, Kelurahan Durenjaya, mengeluhkan pasokan air bersih PDAM yang berasal dari Perumda Tirta Patriot Bekasi kerap terhambat. Bahkan sejumlah RW, RT hingga warga mengadu langsung kepada anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai PKB, Alit Jamaludin.
Saat dikonfirmasi, anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin membenarkan hal tersebut Saat mengunjungi lokasi di daerah pemilihannnya, dirinya disuguhi beragam keluhan, khususnya pasokan air bersih dari perusahaan air milik Kota Bekasi tersebut.
“Kedatangan saya kesini selain untuk mendengarkan permasalahan yang ada, saya juga menjalankan fungsinya dalam melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P2PD),” tutur Alit, Kamis (29/10/2026).
Dirinya pun menegaskan, setelah berkunjung dan bertemu langsung dengan konstituennya, permasalahan pasokan air bersih kepada warga bisa jauh lebih maksimal.
“Pastinya hal ini akan saya bawa ke dalam rapat koordinasi (Rakor) dengan pihak-pihak terkait, agar pasokan air bersihnya maksimal,” tambah Alit.
Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengakui bahwa mayoritas keluh kesah yang disampaikan warga masih seputar pasokan air yang kecil, airnya keruh bahkan beberapa waktu lalu pasokan airnya mati dan tidak sampai ke warga sebagai pengguna jasa air bersih tersebut.
“Mayoritas permasalahannya masih seputar tadi, dan warga sebagai jasa pengguna air bersihnya berharap ada solusi konkrit terkait permasalahan itu,” terangnya.
Untuk itu, dirinya menekankan perlunya peningkatan pelayanan publik berupa peremajaan pipa pendistribusian air bersih yang dilakukan pihak terkait kepada para konsumennya, agar warga yang menjadi pelanggan setia mereka bisa mendapatkan haknya, khususnya air bersih.
“Harus ditingkatkan pelayanannya ditambah lagi penyertaan modalnya sekitar Rp10.miliar. Karena warga sebagai pengguna jasa harus mendapatkan haknya, sementara kewajibannya sudah dijalankan dan hal itu menjadi sebuah konsekuensi yang harus dijalankan,” tegas Alit.
Alit optimis jika pelayanan terhadap publik ditingkatkan secara optimal, maka kedepannya bisa menghasilkan deviden.
“Saya yakin, jika pelayanannya optimal, maka akan menghasilkan deviden,” tutup Alit.

