HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bekasi, SMA Global Persada Mandiri (GPM) School Bekasi, siap menggebrak melalui pertunjukan pentas seni (Pensi).yang mengedepankan budaya lokal.
Saat ditemui, Ketua Panitia Pensi SMA GPM School Bekasi, Framlee Daniel Liu menuturkan bahwa kegiatan pensi yang baru kali pertama diselenggarakan di lingkungan sekolahnya, mengedepankan kearifan lokal dengan menyuguhkan seni tradisional nusantara, seperti keroncong, tari Bali, tari piring dan lain sebagainya yang dibalut dalam tema Halloween pada Jumat (30/10/2026).
“Pensi yang SMA GPM School Bekasi selenggarakan tetap mengedepankan kearifan lokal, meskipun berbalut Halloween,” terang Daniel, Rabu (28/10/2026).
Selain itu, jelas Daniel, pada pensi tersebut pihaknya juga menyediakan wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat serta bakat mereka di bidang musik.
“Kami ingin siswa bisa terhindar dari kegiatan negatif, untuk itu, kami menyediakan wadahnya melalui Resonate tersebut,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMA GPM School Bekasi, Raaiq Aydin Mahardika Handoko menjelaskan, selain sebagai wadah penyaluran minat serta bakat siswa dalam bermusik dan menghindari tindakan negatif, pensi SMA GPM School Bekasi juga diisi dengan seminar berupa bahaya terpaparnya zat adiktif di kalangan remaja, khususnya pelajar.sekolah.
“Bukan hanya sekedar pensi saja, pada giat besok juga diisi dengan seminar bahaya zat adiktif dari Badan Narkotika Nasional (BNN),” ulasnya.
Dirinya juga menjelaskan, selain itu, dengan adanya seminar narkoba pada kegiatan pensi tersebut, hal ini menjadi salah satu jalan bagi SMA GPM School Bekasi dalam mengkampanyekan bebas narkoba di kalangan siswa sekolah.
“Kami ingin mengkombinasikan antara pensi, budaya dan seni tradisional,.modern dance hingga penyuluhan anti zat adiktif tersebut di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Panitia Pensi SMA GPM School Bekasi, Gadis Shaquilla menegaskan, bahwa pada kegiatan ini menjadi meskipun bertema Halloween, namun tetap mempertahankan budaya nusantara yang dikolaborasikan dengan modernitas dari tema tersebut.
“Intinya ada akulturasi budaya. Meskipun sedikit menyeramkan, tapi tetap budaya nusantara tetap menjadi unsur utama pada pensi kali ini,” bener Gadis.
Gadis juga menekankan bahwa seminar jenis dan bahaya zat adiktif bagi siswa, bisa menjadi benteng utama siswa sebagai upaya pencegahan sejak sedini mungkin.
“Kami melihat adanya pergeseran pemahaman akan zat adiktif tersebut, untuk itu, kami juga melakukan seminar bahaya zat adiktif dari BNN, sebagai upaya yang dilakukan SMA GPM School Bekasi untun melakukan pencegahannya,” ungkapnya.
Wakasek Bidang Kesiswaan SMA GPM School Bekasi menuturkan, dirinya sangat antusias menyambut pensi yang dilaksanakan di lingkungan sekolahnya yang melibatkan seluruh siswa SMA GPM School Bekasi itu sendiri.
“Saya sangat antusias, karena para siswa bergerak sendiri, mulai mencari sponsor dan lain sebagainya, hingga kepada penentuan tema pensi itu sendiri,” tuturnya penuh semangat.
Dirinya berharap, agar kreativitas yang ditunjukan oleh anaka didiknya tersebut jangan berhenti pada kegiatan pensi ini saja, tetap mampu melahirkan kegiatan-kegiatan inspiratif, inovatif dan kreatif yang mampu memberikan dampak positif bagi siswa dan orang lain.
“Lanjutkan kreativitas kalian, dan kedepannya diharapkan mampu melahirkan kegaitan yang bermanfaat bagi siswa dan orang lain melalui ide, gagasan maupun kreasi yang kalian kembangkan,” pungkasnya.

