SUMATERA BARAT – 23 Juli 2025 Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Selasa malam (22/7), memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.600 meter dari puncak kawah. Letusan terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 19.40 WIB dan memicu kepanikan warga di sekitarnya, termasuk di Kota Padang Panjang, yang melaporkan getaran ringan dan suara dentuman keras dari arah gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa erupsi kali ini bersifat eksplosif dengan tekanan sedang hingga kuat. Kolom abu terpantau berwarna kelabu pekat dan condong ke arah timur laut, disertai lontaran material pijar dalam radius terbatas.
“Kolom abu terpantau mencapai ketinggian 1.600 meter di atas puncak. Aktivitas ini masih dalam status Waspada (Level II), namun kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memasuki radius 3 km dari kawah aktif,” kata petugas pos pengamatan Gunung Marapi, Iwan Gunawan.
Warga Rasakan Getaran dan Suara Dentuman
Sejumlah warga Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam mengaku merasakan getaran ringan di dalam rumah serta mendengar suara letusan yang cukup keras. Fenomena ini sontak membuat warga keluar rumah dan mencari informasi dari media sosial serta siaran darurat lokal.
“Saya sedang salat Maghrib, tiba-tiba rumah terasa bergetar seperti gempa. Kemudian terdengar suara seperti ledakan. Kami langsung keluar rumah karena takut,” ujar Reni, warga Kelurahan Koto Panjang, Padang Panjang.
Hujan abu tipis juga dilaporkan turun di beberapa wilayah, meskipun dalam intensitas ringan. Warga diminta untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menutup sumber air terbuka guna mencegah kontaminasi abu vulkanik.
Tanggap Darurat dan Pemantauan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat telah menurunkan tim untuk memantau dampak letusan dan mendistribusikan masker ke sejumlah titik rawan. Sementara itu, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan serius akibat erupsi.
PVMBG menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih berfluktuasi dan potensi erupsi susulan tetap ada. Karena itu, masyarakat di sekitar gunung diminta untuk mengikuti perkembangan resmi dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi.
“Kami terus lakukan pemantauan 24 jam. Jika aktivitas meningkat, status bisa dinaikkan sewaktu-waktu,” tegas Iwan Gunawan.
Sejarah Letusan Gunung Marapi
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat. Terletak di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar, gunung ini kerap mengalami erupsi kecil hingga sedang. Letusan sebelumnya tercatat pada Desember 2023 dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan pendaki.
Erupsi Gunung Marapi menjadi pengingat penting bahwa Indonesia masih berada dalam lingkaran cincin api (Ring of Fire), dengan potensi bencana vulkanik yang tinggi. Warga di sekitar kawasan rawan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran otoritas guna menghindari risiko lebih besar.
