Palembang, Harianjabarcom — Pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah melalui penyederhanaan regulasi, ditandai dengan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kertapati, Palembang, yang kini memasuki tahap akhir konstruksi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa kompleksitas regulasi selama ini menjadi hambatan utama dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan PSEL di Palembang pada Mei 2026.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa dan produksi sampah mencapai 1.260 ton per hari, Palembang menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan teknologi pengolahan sampah. Proyek PSEL ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 17,7 MW, dengan progres pembangunan yang telah mencapai 83 persen.
Menurut Zulkifli Hasan, proyek ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah nasional karena mengadopsi teknologi insinerator modern yang diklaim ramah lingkungan. Selain mampu mengolah sampah dalam jumlah besar, teknologi ini juga dirancang tanpa menghasilkan bau maupun emisi berbahaya.
“Dulu proyek seperti ini bisa memakan waktu hingga 10 tahun karena regulasi yang berbelit. Sekarang kita sederhanakan agar prosesnya lebih cepat dan efisien,” ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan dari Perpres Nomor 35 Tahun 2018 ke Perpres Nomor 109 Tahun 2025 guna mempercepat implementasi proyek serupa. Skema baru ini menegaskan pembagian peran antara pemerintah daerah, swasta, PLN, dan lembaga pendanaan negara, sehingga proses administrasi dan eksekusi proyek dapat berjalan lebih terarah.
Saat ini, PSEL Palembang tengah dalam tahap transisi menuju skema regulasi baru, dengan target penyelesaian administrasi dalam waktu enam bulan ke depan. Pemerintah optimistis percepatan ini akan menjadi model bagi pengembangan proyek serupa di daerah lain.
Menutup pernyataannya, Zulkifli Hasan menekankan bahwa kunci keberhasilan proyek ini terletak pada koordinasi lintas sektor yang solid dan konsistensi dalam penyederhanaan kebijakan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat penanganan sampah, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber listrik yang berkelanjutan.
