SUKABUMI — Sukabumi, kota sejuk yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, bukan hanya menyimpan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga kekayaan kuliner yang unik dan autentik. Salah satu kudapan lokal yang tengah naik daun dan mulai menarik perhatian para pecinta kuliner adalah kue pie pala, sajian khas yang memadukan kelembutan kulit pie dengan keharuman dan rasa hangat dari rempah pala.
Sekilas, pie pala ini terlihat sederhana, mirip dengan pie susu asal Bali. Namun jangan tertipu oleh penampilannya—karena begitu digigit, Anda akan langsung disambut oleh kombinasi rasa manis legit dan aroma tajam pala yang khas, menciptakan sensasi rasa yang hangat dan menenangkan.
Asal Usul dan Filosofi Rempah Nusantara
Pala bukanlah rempah biasa. Sukabumi, khususnya wilayah Kecamatan Cikembar dan sekitarnya, sudah lama dikenal sebagai penghasil buah pala berkualitas tinggi. Buah rempah ini dahulu menjadi komoditas penting yang membuat bangsa Eropa tertarik menjelajah Nusantara.
Kini, warisan rempah tersebut diolah menjadi sajian modern bernuansa tradisional oleh para pelaku UMKM kreatif Sukabumi. Salah satunya adalah Fitriani, pengusaha rumahan asal Cisaat, yang telah memproduksi pie pala sejak 2022 dan perlahan membangun pasarnya secara daring dan melalui bazar lokal.
“Kami ingin masyarakat merasakan kekayaan cita rasa lokal. Pala bukan hanya harum dan enak, tapi juga menenangkan dan baik untuk pencernaan. Pie pala ini jadi cara kami memperkenalkan Sukabumi lewat rasa,” ujar Fitriani kepada HarianJabar.com.
Cita Rasa dan Potensi Wisata Kuliner
Keunikan pie pala terletak pada isiannya yang dibuat dari olahan daging pala, madu, dan susu kental manis, yang kemudian dipanggang dalam kulit pie renyah yang gurih. Kombinasi ini membuat setiap gigitannya menawarkan harmoni rasa manis, hangat, dan sedikit pedas khas pala.
Camilan ini kini mulai banyak dijadikan sebagai oleh-oleh khas Sukabumi, terutama oleh wisatawan yang datang dari Jakarta dan Bandung. Tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai sajian khas saat Lebaran, arisan, hingga hampers bisnis.
Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Sukabumi, kue pie pala berpotensi menjadi produk unggulan daerah jika dipasarkan secara lebih luas, terutama melalui platform e-commerce dan promosi pariwisata kuliner.
“Salah satu kekuatan kita ada di rempah. Kalau Bali punya pie susu, Sukabumi punya pie pala yang jauh lebih kaya karakter,” kata Sandi Nugraha, pegiat pariwisata lokal.
Mendukung UMKM, Menghidupkan Tradisi
Tak hanya memanjakan lidah, hadirnya pie pala juga memberi angin segar bagi pelaku UMKM yang tengah bangkit pasca-pandemi. Dalam proses pembuatannya, para pengusaha lokal memberdayakan petani pala dan ibu-ibu rumah tangga, sehingga menciptakan rantai ekonomi yang saling mendukung.
Dengan kemasan yang kini tampil lebih modern dan higienis, pie pala juga mulai dilirik untuk pasar ekspor, terutama negara-negara Asia Tenggara yang mulai melirik tren kuliner rempah Indonesia.
