Bandung, Harianjabar.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengimbau para pelaku sektor pariwisata di Jawa Barat untuk meningkatkan kreativitas dalam menyusun paket wisata. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada wisata berbasis study tour atau kunjungan pelajar tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi pariwisata yang diadakan di Gedung Sate, Bandung, Jumat (2/8). Dalam kesempatan itu, Herman mengingatkan bahwa dunia pariwisata terus berkembang dan pelaku usaha harus mampu menyesuaikan diri dengan tren dan minat wisatawan masa kini.
“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan pelajar atau rombongan sekolah. Harus ada inovasi. Buatlah destinasi yang punya nilai edukatif, pengalaman yang unik, dan bisa menarik berbagai kalangan,” ujar Herman.
Dorongan untuk Diversifikasi Produk Wisata
Sekda Jabar juga menyoroti pentingnya diversifikasi produk wisata, terutama untuk mendorong daya tarik destinasi lokal yang belum tergarap maksimal. Ia mengajak pelaku usaha dan pemerintah daerah bekerja sama menciptakan konsep wisata berbasis budaya lokal, ekowisata, wisata digital, hingga community-based tourism.
“Banyak desa di Jabar yang punya potensi luar biasa. Sayangnya belum dikelola dengan baik. Ini tugas kita bersama,” tambahnya.

Strategi Hadapi Tantangan Pasca Pandemi
Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, jumlah kunjungan wisatawan pada semester pertama 2025 mulai menunjukkan peningkatan, namun belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi. Herman mengatakan kondisi ini menjadi momentum untuk melakukan transformasi agar industri pariwisata Jabar tidak stagnan dan tetap kompetitif.
“Kita butuh terobosan, bukan sekadar promosi, tapi juga pengalaman baru yang ditawarkan ke wisatawan,” katanya.
Dukungan Pemprov Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mendukung pelaku industri pariwisata melalui pelatihan, pendampingan UMKM wisata, dan fasilitasi promosi digital. Selain itu, sektor pariwisata juga akan terintegrasi dengan program pengembangan ekonomi kreatif di berbagai kabupaten/kota.
Dengan tantangan dan peluang yang ada, Sekda Jabar berharap pelaku pariwisata tidak lagi terpaku pada pola lama, seperti hanya mengandalkan paket wisata sekolah atau rombongan pelajar. Inovasi, kolaborasi, dan adaptasi menjadi kunci agar pariwisata Jawa Barat semakin berkembang dan inklusif.
