Jakarta, HarianJabar.com — Kanker hati menjadi ancaman kesehatan yang semakin serius di Indonesia. Data terbaru menunjukkan angka kematian akibat penyakit ini terus naik, menandakan perlunya kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang lebih intensif dari masyarakat dan tenaga medis.
Kenali Penyebab Utama Kanker Hati
Menurut Dr. Foo Kian Fong, Konsultan Senior Ahli Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre, Singapura, kanker hati primer yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler (HCC). Mayoritas kasus HCC berhubungan erat dengan infeksi hepatitis B dan C kronis, namun faktor lain seperti konsumsi alkohol berlebihan, penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), obesitas, diabetes tipe 2, dan paparan aflatoksin dari makanan yang disimpan dalam kondisi lembap turut meningkatkan risiko.

Deteksi Dini: Kunci Menyelamatkan Nyawa
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani kanker hati adalah seringkali gejala baru muncul saat penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Gejala seperti kelelahan berat, mual, nyeri di perut kanan atas, penurunan berat badan drastis, dan kulit menguning harus menjadi sinyal waspada.
Bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, termasuk penderita hepatitis dan sirosis, pemeriksaan rutin dengan ultrasonografi dan tes darah setiap enam bulan sangat disarankan untuk mendeteksi kanker sedini mungkin.
Terobosan Pengobatan dan Peran Gaya Hidup
Pengobatan kanker hati saat ini semakin maju dengan pilihan yang disesuaikan berdasarkan stadium penyakit. Dari operasi pengangkatan tumor hingga terapi sistemik seperti imunoterapi, banyak harapan bagi pasien yang terdiagnosis.
Namun, pencegahan tetap menjadi strategi utama. Vaksinasi hepatitis B, diet sehat, olahraga teratur, dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan adalah langkah nyata yang bisa diambil untuk menurunkan risiko.
Pesan Penting dari Para Ahli
“Jangan tunggu sampai gejala muncul. Kesadaran diri dan pemeriksaan rutin adalah kunci untuk mengalahkan kanker hati,” tegas Dr. Foo. Ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat dan pemantauan medis secara berkala.
