Bekasi, Harianjabarcom — Liga Jabar Istimewa yang digelar di Bekasi membawa misi lebih besar dari sekadar kompetisi sepak bola usia dini. Turnamen ini diarahkan sebagai wadah pembinaan karakter, disiplin, hingga pencarian bakat pemain muda yang berpotensi berkembang ke level profesional.
Pelaksana Tugas Ketua ASKOT PSSI Kota Bekasi, Kamaludin, menegaskan bahwa pembinaan pemain usia dini menjadi fokus utama dalam pelaksanaan kompetisi tersebut. Menurutnya, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar proses pengembangan pemain muda dapat berjalan optimal.
“Yang terpenting bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana anak-anak memahami cara bermain sepak bola yang baik dan benar serta berkembang melalui kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Liga Jabar Istimewa regional Bekasi diikuti sebanyak 27 tim kelompok usia 10 tahun. Dari jumlah tersebut, enam tim terbaik nantinya akan melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat untuk melanjutkan persaingan pada tahap berikutnya.
Turnamen ini menjadi bagian dari program pembinaan sepak bola usia dini yang digelar di berbagai daerah di Jawa Barat. Selain Kota Bekasi, rangkaian kompetisi juga melibatkan tim dari Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang.
Direktur Kompetisi Usia Muda PSSI, Amung Sutisna, mengatakan Liga Jabar Istimewa tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga menjadi sarana menjaring bibit pemain muda potensial dari tingkat daerah.

“Liga ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka. Kegiatan seperti ini juga memberi dampak positif karena anak-anak lebih produktif dibanding terlalu banyak bermain gadget,” katanya.
Selain aspek pembinaan olahraga, penyelenggaraan kompetisi usia dini juga dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM yang berada di area pertandingan.
Kamaludin menambahkan, Bekasi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat. Melalui kompetisi berjenjang seperti Liga Jabar Istimewa, diharapkan muncul kembali talenta-talenta muda yang mampu bersaing hingga level nasional.
“Pembinaan harus dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Kompetisi seperti ini menjadi salah satu cara untuk membentuk mental, disiplin, dan kemampuan pemain agar lebih siap menghadapi jenjang berikutnya,” tutupnya.
