Tasikmalaya, HarianJabar.com — Sebuah tragedi melanda Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu malam (3/8/2025). Hujan deras memicu banjir bandang dan longsor yang menewaskan Nabila Putri Suandi (10 tahun), sedangkan ibunya dan kedua saudaranya selamat dengan luka-luka serius.
Kronologi Kejadian
Curah hujan tinggi sejak sore hari membuat tebing setinggi 5–7 meter longsor, menghantam rumah milik Dede Suandi di Kampung Ciburaleng. Saat itu, Nabila sedang di dalam rumah bersama sang ibu, Sinta Santiana (32), serta dua saudara—Nadia (13) dan Abidzar (6).
Tanah dan tembok amblas menimpa bagian rumah di mana mereka sedang berada. Nabila ditemukan tewas tertimbun pada posisi tertelungkup dekat pintu kamar. Sebaliknya, sang ibu dan kedua anaknya mengalami luka cukup parah dan dilarikan ke RSUD KHZ Musthafa untuk perawatan medis.

Pemakaman di Tengah Duka
Jenazah Nabila dikebumikan pada malam harinya, setelah salat Isya, di desa setempat. Prosesi pemakaman berlangsung haru, dengan anggota Polres Tasikmalaya turut memikul jenazah dari rumah duka hingga ke liang lahat, sebagai penghormatan terakhir yang penuh kehangatan kemanusiaan.
Dampak Bencana & Penanganan Darurat
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat bahwa longsor yang menghantam Desa Cidugaleun juga merusak satu rumah dan menimbulkan korban luka pada anggota keluarga lainnya. Pondasi tembok ambruk membuat struktur rumah amblas dan menelan korban jiwa serta luka-luka.
Pemerintah desa dan tim tanggap darurat segera turun tangan setelah insiden. Camat Cigalontang menyampaikan bahwa bantuan logistik dan evakuasi telah dilakukan, meski duka sudah terlebih dahulu menyelimuti keluarga korban .
Mitigasi & Waspada Ke Depan
Luasnya dampak longsor dan banjir di Tasikmalaya mendorong kewaspadaan pada wilayah rawan bencana. Camat menghimbau pentingnya sistem peringatan dini, relokasi rumah warga yang di daerah terjal, serta edukasi mitigasi untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang
