Jakarta, HarianJabar.com 1 September 2025 — Fenomena unik terjadi di dunia maya. Ribuan warga dari negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Filipina ramai-ramai memesan ojek online (ojol) di Indonesia lewat aplikasi populer. Aksi ini bukan sekadar iseng, melainkan bentuk solidaritas terhadap para driver ojol Tanah Air yang tengah menghadapi masa sulit akibat pemotongan insentif dan kebijakan baru dari perusahaan.

Viral di Media Sosial
Gerakan ini bermula dari unggahan pengguna TikTok asal Malaysia yang menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi driver ojol di Indonesia. Ia kemudian memesan makanan melalui aplikasi dari Malaysia, dengan pesan khusus: “Tidak perlu diantar, ini bentuk dukungan untuk abang driver Indonesia.”
Unggahan tersebut viral, diikuti ribuan netizen lain dari berbagai negara ASEAN. Tagar seperti #SupportOjolIndonesia, #SolidaritasASEAN, dan #OjolSolidarity mendadak trending di media sosial.
“Saya tahu ini tidak seberapa, tapi saya ingin menunjukkan bahwa kami peduli. Indonesia adalah tetangga kami, dan para pekerja di sana layak mendapatkan dukungan,” tulis akun TikTok asal Filipina, disertai video saat ia memesan kopi seharga Rp20.000 dari Manila.
Driver Ojol Terharu: “Kami Tidak Sendiri”
Banyak driver ojol yang menerima pesanan “solidaritas” ini merasa haru. Beberapa bahkan sempat merekam pesan terima kasih mereka di media sosial.
“Saya sempat bingung pas terima orderan, ternyata cuma disuruh ambil makanan tapi nggak usah diantar. Dikasih tip juga. Terima kasih banyak buat yang sudah peduli, bahkan dari luar negeri,” ujar Bayu, seorang driver ojol di Jakarta.
Gerakan ini semakin mendapat atensi setelah sejumlah influencer dan aktivis digital ASEAN ikut serta, menjadikan aksi solidaritas ini sebagai kampanye lintas batas negara.
Respon dari Perusahaan dan Pemerintah
Perusahaan penyedia layanan ojol di Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait gerakan ini. Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengapresiasi solidaritas warga ASEAN serta berjanji akan berdialog dengan perusahaan terkait perlindungan hak dan kesejahteraan mitra driver.
“Ini momentum untuk melihat bahwa kerja keras para driver ojol mendapat perhatian, tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Ini harus menjadi refleksi bagi semua pihak,” ujar Juru Bicara Kominfo, Andi Prasetyo.
