Bandung, HarianJabar.com – Aparat kepolisian berhasil mengungkap aktor intelektual di balik kericuhan aksi demonstrasi yang terjadi di Kota Bandung, pekan lalu. Sebanyak 12 orang telah diamankan karena diduga menjadi provokator dan dalang di balik aksi anarkis tersebut.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol., menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim kepolisian melakukan penyelidikan mendalam melalui rekaman CCTV, keterangan saksi, serta analisis media sosial.

“Kami menemukan bukti adanya perencanaan dan koordinasi yang dilakukan melalui platform media sosial. Dari sana, kami bisa mengidentifikasi pihak-pihak yang memprovokasi massa,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Dalam aksi yang berlangsung di pusat Kota Bandung, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk halte bus, rambu lalu lintas, hingga kaca gedung perkantoran. Selain itu, arus lalu lintas di beberapa titik utama sempat lumpuh akibat kericuhan yang terjadi.
Kepolisian menegaskan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara, namun tidak boleh dilakukan dengan cara merusak, anarkis, maupun mengganggu ketertiban umum.
“Kami tetap menjamin kebebasan berpendapat, tapi aksi anarkis jelas akan kami tindak tegas,” tambah Irjen Pol.
Hingga kini, 12 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar. Polisi juga tengah memburu beberapa nama lain yang diduga terlibat dalam pendanaan dan pengorganisasian aksi.
Sementara itu, Pemkot Bandung mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Wali Kota Bandung, mengajak seluruh elemen warga untuk menjaga kondusivitas kota.
“Bandung milik kita bersama, mari kita jaga agar tetap aman dan damai,” ucapnya.
Dengan terbongkarnya dalang aksi anarkis ini, aparat berharap ke depan penyampaian aspirasi masyarakat bisa berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
