Bandung, HarianJabar.com – Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, kini memiliki julukan baru dari Bobotoh: “Profesor”. Julukan tersebut lahir berkat kepiawaiannya dalam mengatur tempo permainan dan visi lapangan yang dinilai brilian.

Julukan yang Membanggakan
Thom Haye mengaku senang dan terhormat mendapat panggilan tersebut. Menurutnya, julukan itu mencerminkan apresiasi dari suporter atas kerja keras dan gaya bermainnya.
“Bagi saya, itu menyenangkan. Julukan ini bukan sekadar nama panggilan, tetapi tanda bahwa para fans menghargai kontribusi saya,” ujar Haye usai sesi latihan di Bandung.
Peran Vital di Lini Tengah
Sejak bergabung dengan Persib, pemain asal Belanda berdarah Maluku itu langsung menjadi kunci di lini tengah. Dengan ketenangan, akurasi umpan, serta kemampuan membaca permainan, Haye mampu membuat Persib lebih solid dan kreatif dalam membangun serangan.
Tak heran jika Bobotoh menjulukinya “Profesor”, karena setiap pergerakan dan keputusan di lapangan kerap terlihat penuh perhitungan layaknya seorang akademisi yang cermat.
Respons Rekan Setim
Beberapa pemain Persib pun mengakui bahwa Haye punya peran vital. Ia sering memberi instruksi dan arahan kepada rekan setim, terutama pemain muda, agar tetap fokus dalam menjaga posisi.
“Dia seperti kompas bagi tim, selalu tahu harus ke mana bola diarahkan,” kata salah satu pemain Persib.
Fokus pada Konsistensi
Meski mendapat sanjungan, Haye menegaskan tidak ingin terlena. Ia menyebut tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi agar Persib bisa terus bersaing di papan atas Liga 1 dan tampil kompetitif di level Asia.
“Julukan itu menyenangkan, tapi yang terpenting adalah bagaimana saya bisa terus membantu tim. Target kami bukan hanya menang, tetapi juga bermain dengan identitas yang kuat,” ucap Haye.
Julukan “Profesor” bagi Thom Haye menjadi simbol apresiasi Bobotoh terhadap kecerdasannya di lapangan. Namun, sang gelandang menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada konsistensi dan kontribusi nyata untuk Persib.
