Sumedang, HarianJabar.com — Warga Taman ITB Jatinangor dikejutkan dengan penemuan seorang pemulung asal Tasikmalaya dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (5/10/2025) pagi. Kejadian ini memunculkan duka sekaligus keprihatinan atas kondisi sosial masyarakat pekerja informal di Jawa Barat.
Korban diketahui bernama Rudi (42 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di wilayah sekitar Bandung dan Jatinangor. Rudi ditemukan oleh pengunjung taman yang awalnya mengira korban sedang tertidur di bangku taman.
Penemuan dan Tindakan Polisi
Petugas kepolisian dari Polsek Jatinangor langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Kepala Polsek, AKP Dedi Suhendi, menjelaskan bahwa korban tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, namun polisi tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dugaan awal korban meninggal karena kondisi kesehatan atau faktor kelelahan. Kami akan melakukan autopsi di RSUD Sumedang untuk memastikan penyebab kematian,” jelas AKP Dedi.

Reaksi Warga
Penemuan ini membuat warga sekitar merasa prihatin, terutama terhadap pekerja informal yang hidupnya rentan dan sering menghadapi kondisi ekonomi sulit. Beberapa warga bahkan mengumpulkan donasi untuk membantu keluarga korban di Tasikmalaya.
“Kasihan sekali, bekerja keras tapi hidupnya sangat berat. Semoga keluarga diberikan kekuatan,” ujar salah seorang warga.
Peringatan Sosial
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah terkait perlindungan pekerja informal, termasuk pemulung yang sering kali kurang mendapat perhatian dari segi kesehatan dan kesejahteraan.
Pihak kepolisian dan dinas sosial Jatinangor berencana mendata pekerja informal di wilayah ini, sekaligus memberikan edukasi kesehatan dan akses layanan dasar agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah Selanjutnya
Autopsi akan menentukan penyebab kematian secara pasti, sementara pihak keluarga korban di Tasikmalaya sudah dihubungi untuk melakukan pemulangan jenazah.
