Sumedang, HarianJabar.com — Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Maluku Utara, Maulana Izzat Nurhadi (20), meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam (8/10/2025), ketika almarhum tiba-tiba pingsan saat mengikuti apel malam di asrama.
“Saat apel malam menjelang tidur, almarhum mendadak jatuh pingsan. Petugas langsung membawa yang bersangkutan ke IGD RS Unpad Jatinangor,” ujar Wakil Rektor Administrasi IPDN, Arief M. Edie, dalam keterangan resminya, Kamis (9/10).
Sesampainya di rumah sakit, Maulana sempat mendapat perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong. Tim medis menyatakan ia mengalami henti jantung mendadak (cardiac arrest).

Pendidikan Dasar IPDN Berlangsung Ketat
Kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Diksarmendispra) tengah berlangsung sejak 30 September hingga 14 Oktober 2025. Program tersebut menjadi tahapan wajib bagi setiap calon praja sebelum resmi dilantik menjadi praja IPDN.
Selama masa pendidikan dasar, para calon praja menjalani latihan fisik, pembinaan mental, dan kedisiplinan di bawah pengawasan pelatih dari TNI dan IPDN.
IPDN Pastikan Tidak Ada Kekerasan
Pihak IPDN menegaskan tidak ada unsur kekerasan dalam insiden tersebut. Arief menambahkan, semua kegiatan berjalan sesuai standar dan pengawasan ketat.
“Kami sudah memastikan tidak ada tindakan kekerasan. Kegiatan saat itu bersifat rutin dan terpantau oleh pengasuh,” jelas Arief.
Meski begitu, IPDN tetap melakukan evaluasi internal untuk memastikan penyebab kematian almarhum dan mencegah hal serupa terjadi kembali.
Jenazah Dipulangkan ke Maluku Utara
Setelah proses administrasi selesai, jenazah Maulana dipulangkan ke kampung halamannya di Maluku Utara menggunakan pesawat pada Kamis pagi (9/10).
Ratusan praja dan jajaran IPDN ikut melepas kepergian almarhum dengan upacara penghormatan terakhir di kampus.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga. Almarhum adalah calon praja yang berprestasi dan berdedikasi tinggi,” tutup Arief.
Reaksi Publik dan Evaluasi
Kematian calon praja ini memunculkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Warganet dan alumni IPDN menyerukan agar kegiatan pendidikan dasar dievaluasi secara menyeluruh, terutama dalam aspek kesehatan fisik dan pengawasan medis calon peserta.
DP2KBP3A dan sejumlah lembaga pemerhati pendidikan juga mendorong IPDN meningkatkan skrining kesehatan lebih ketat sebelum pendidikan dimulai, guna memastikan calon praja siap secara fisik dan mental.

