Bekasi, HarianJabar.com – Pemilik baru PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati, didampingi sang suami Fariz Julinar, turun langsung menyapa puluhan anggota suporter Panser Biru usai pertandingan melawan Persipura di Stadion Jatidiri. Pertemuan itu menjadi momen penting untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan para pendukung setia Mahesa Jenar.
Dalam kesempatan tersebut, Fariz Julinar memberikan penjelasan terkait statusnya di klub lain, yakni Persela Lamongan, yang selama ini melekat kuat dengan dirinya. Ia menegaskan bahwa perannya di Persela bukanlah sebagai pemilik penuh sebagaimana banyak diasumsikan publik.
“Di Persela saya prinsipnya hanya manajer tim. Saya pemegang saham, tapi minoritas, bukan pemilik,” ungkapnya.
Berbeda dengan di Persela, posisi keluarga Fariz di PSIS Semarang jauh lebih dominan. Sang istri, Datu Nova Fatmawati, resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Mahesa Jenar dan memiliki kendali penuh terhadap arah kebijakan klub. Fariz menegaskan dirinya tidak akan masuk dalam struktur resmi PSIS, sesuai aturan yang berlaku.
“Di PSIS, istri saya sebagai owner. Jadi saya juga tidak bisa didaftarkan dalam struktur resmi PSIS nanti,” ujarnya.

Alasan akuisisi PSIS tidak lepas dari kedekatan emosional sang istri dengan kota Semarang. Datu Nova merupakan perempuan kelahiran Semarang dan memiliki ikatan keluarga yang kuat di kota itu, sementara Fariz sendiri berasal dari Lamongan. Faktor kedekatan tersebut menjadi pendorong utama keluarga ini mengambil alih klub kebanggaan Kota Atlas.
“Motivasinya membeli saham karena istri saya orang Semarang, keluarga juga orang Semarang. Kalau saya asli Lamongan. Ada keterikatan dengan Semarang, mertua saya di sini, istri saya lahir di sini,” jelas Fariz.
Terkait target jangka pendek, manajemen baru memilih bersikap realistis. Fariz mengatakan pihaknya siap melakukan perombakan tim maupun manajemen sesuai kebutuhan. Namun fokus utama musim ini adalah memastikan PSIS mampu bertahan di Liga 2 sebelum memikirkan langkah naik kasta.
“Musim ini targetnya bertahan dulu di Liga 2, setelah itu baru menyiapkan untuk promosi,” tegasnya.
Menatap laga berikutnya, Fariz berharap para pemain mampu tampil maksimal. PSIS akan menghadapi Balikpapan, dan ia menilai laga tersebut dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan tim.
“Untuk pertandingan berikutnya, kita akan maksimalkan agar bisa meraih poin melawan Balikpapan,” pungkasnya.
