Bekasi, HarianJabar.com – Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat yang digelar di Bandung pada Minggu menghadirkan seruan kuat untuk memperkuat budaya gotong royong dan mengarusutamakan pelestarian lingkungan. Dengan mengangkat tema “Sabilulungan Ngarawat Bumi” atau Gotong Royong Merawat Bumi, PDIP Jawa Barat menegaskan komitmennya terhadap isu-isu ekologi, sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, menekankan bahwa bencana alam yang kerap melanda berbagai daerah, termasuk banjir dan longsor, merupakan akibat dari tindakan manusia yang semena-mena terhadap lingkungan. Karena itu, ia menyerukan agar seluruh pihak bergerak bersama.
“Berbagai bencana yang kita saksikan adalah akibat dari kesewenangan manusia. Merawat Bumi Jawa Barat tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi kerja kolektif,” ujar Ono dalam sambutan pembukaan konferda.
Ungkapan Belasungkawa dan Donasi untuk Korban Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Ono turut menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir besar yang menimpa sejumlah wilayah di utara Sumatera. Ia berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan mereka yang masih mengungsi diberikan kekuatan.
Ono juga mengumumkan bahwa kader PDIP Jawa Barat telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui Megawati Institute kepada daerah-daerah terdampak bencana.

Didukung Seluruh Kader, Empat Konfercab Menyusul
Konferda tahun ini mendapat dukungan dari 81 putusan KSB DPC di 27 kabupaten/kota. Bersamaan dengan itu, PDIP juga menjadwalkan penyelenggaraan konferensi cabang (konfercab) di empat wilayah pada Senin (8/12).
Ono menyampaikan apresiasinya kepada Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, jajaran DPP PDIP, serta Forkopimda Jawa Barat yang hadir. Ia berharap bimbingan dan arahan untuk memperkuat perjuangan partai di Jawa Barat ke depan.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi PDIP
Melalui sambutan video, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada PDIP karena dinilai konsisten dalam mengoreksi kebijakan pembangunan yang tidak berkeadilan. Menurutnya, PDI Perjuangan telah menjadi bagian penting dari perjalanan demokrasi dan kebangsaan Indonesia.
“PDI Perjuangan menginginkan negara mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dedi.
Ia juga menyoroti maraknya kerusakan lingkungan akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab. Banjir, menurut Dedi, tidak hanya terjadi di Sumatera tetapi juga di Jawa Barat.
“Masih ada kelompok yang mengelola sumber daya alam secara ugal-ugalan, tidak memperhatikan aspek ekologi dan keberlangsungan alam,” katanya.
Kembalikan Tata Kelola Lingkungan Berbasis Budaya Sunda
Dedi menekankan perlunya mengembalikan pola pengelolaan lingkungan yang berpijak pada nilai budaya Sunda. Ia mengutip falsafah tradisional seperti “gunung kudu awian, lengkong kudu balongan, lebak kudu sawahan”, yang menegaskan pentingnya menanam bambu di gunung, menjadikan cekungan sebagai kolam, dan memanfaatkan lahan rendah sebagai sawah.
Menurut Dedi, prinsip-prinsip tersebut selaras dengan upaya menjaga keseimbangan alam dan bisa menjadi pedoman pembangunan Jawa Barat ke depan—pembangunan yang bertumpu pada nilai budaya, pluralisme, dan keadilan.
Ia mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan selamat atas pelaksanaan Konferda PDIP Jawa Barat.
“Konferda ini adalah proses mewujudkan postur partai yang kokoh, visioner, dan berakar kuat pada kerakyatan,” ucapnya.
