Bandung, HarianJabar.com – Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Jawa Barat pada Minggu, mulai dari gempa bumi di Purwakarta, banjir rob yang merendam ratusan rumah di Subang, hingga kasus dugaan pemerkosaan terhadap nenek berusia 85 tahun di Karawang.
Gempa M 2,3 Guncang Purwakarta
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,3 mengguncang Kabupaten Purwakarta. BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, 14 km barat laut Purwakarta, pada koordinat 6.49 LS dan 107.34 BT, dengan kedalaman 9 km.
Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan terasa di wilayah Purwakarta dengan intensitas II–III MMI. Getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan bergoyang, dan sebagian warga mengira ada truk besar melintas. Hingga kini tidak ada laporan kerusakan bangunan.
BMKG menegaskan tidak ada gempa susulan dan meminta masyarakat tetap tenang serta mengakses informasi hanya dari kanal resmi BMKG.
Ratusan Rumah di Pantura Subang Terendam Banjir Rob
Bencana banjir rob melanda Kabupaten Subang. Lebih dari 900 rumah di Desa Mayangan dan Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, terendam air pasang Laut Jawa sejak pagi hari. Ketinggian air berada pada kisaran 20–40 cm.

Anggota BPBD Subang, Didin Tajudin, menyebutkan 302 rumah di Mayangan dan sekitar 600 rumah di Legonwetan terdampak. Warga terlihat mulai mengamankan barang-barang mereka, meski sebagian besar memilih bertahan di rumah.
“Hanya beresin barang biar nggak terendam. Mau ngungsi juga bingung ke mana,” ujar Dodi, salah satu warga.
Kondisi ini juga membuat kegiatan sekolah terganggu. Leni Handayani, Guru SD Mayangan, menyatakan siswa dipulangkan lebih cepat karena air terus meninggi hingga selutut orang dewasa dan memasuki ruang kelas.
Nenek 85 Tahun Diduga Diperkosa Pemuda di Karawang
Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Cibuaya, Karawang. Seorang nenek berusia 85 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan oleh pemuda berinisial D, warga sekitar.
Kapolsek Cibuaya, Ipda Amoed Setia Budi, membenarkan kasus tersebut dan menyatakan penyelidikan telah dilimpahkan ke Polres Karawang.
Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan Sujana, turut mengonfirmasi laporan itu. Menurutnya, korban tinggal sendiri di sebuah gubuk ketika pelaku datang dan melakukan tindakan keji tersebut. Kondisi fisik korban yang renta membuatnya tidak mampu melawan.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Karawang belum memberikan keterangan resmi, sementara warga berharap pelaku segera ditangkap.
